Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Wabah Virus Corona (Foto: Shutterstock)
Dream - Wabah Virus Corona Wuhan (2019-nCoV) ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau kondisi darurat global oleh WHO sejak 30 Januari 2020. Hal ini karena adanya peningkatan kasus yang signifikan dan sudah menyebar ke puluhan negara.
Di tengah situasi seperti ini, masyarakat mudah sekali menerima informasi palsu atau hoax. Biasanya diterima melalui pesan berantai di aplikasi chat. Raden Rara Diah, dokter spesialis paru, mengungkap kalau kondisi Indonesia saat ini masih aman.
" Saat ini Indonesia belum terdeteksi sama sekali dan masih aman, bahkan Kemenkes juga telah melakukan surveillance (pengawasan) untuk meningkatkan kewaspadaan" , ujarnya di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, Selasa 4 Februari 2020.
Ia mengungkap, Kementerian Kesehatan saat ini turun langsung untuk mengawasi rumah sakit, mempersiapkan petugas kesehatan, alat-alat serta fasilitas lainnya. Termasuk menyediakan obat-obatan infus.
Pemerintah juga telah membatasi turis China yang masuk ke Indonesia sebagai tindakan pencegahan. Saat ini faktor perpindahan virus tertinggi adalah kontak secara berdekatan atau close contact.
" Orang-orang yang memungkinkan melakukan close contact dengan penderita adalah sudah pasti petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan khusus" , ujar dr. Diah.
Dalam bertugas, para petugas kesehatan akan diberikan pakaian khusus yang dapat menutup seluruh badannya dan mencegah kontaminasi virus. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan.
" Seharusnya ruang pasien dan ruang tunggu dipisahkan karena pasien harus benar-benar diisolasi, hanya dengan jarak 1,5 meter saja orang yang sehat bisa tertular pasien yang terkena virus corona," kata dr. Diah.

Selama tidak melakukan kontak secara dekat dengan orang yang positif terkena virus corona, kemungkinan transmisi penyakitnya akan sangat kecil.
" Laju transmisinya cepat tetapi angka kematiannya tidak sebesar kasus flu burung, karena hanya mencapai 2%" , ujar Dr. Diah.
Dari 20.626 kasus, korban tewas berjumlah 426 orang dan yang sembuh 653 orang. Jadi kemungkinan untuk sembuh sangat mungkin terjadi. Angka ini tidak sebanyak kasus flu burung yang angka kematiannya mencapai 80% walau laju transmisinya tidak secepat virus corona.
Laporan: Raissa Anjanique Nathania
Dream - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja Singapura dinyatakan positif mengidap virus Corona Wuhan. WNI berjenis kelamin perempuan itu termasuk satu dari 6 warga di Singapura yang terkonfirmasi terpapar virus 2019-NCoV.
Temuan tersebut semakin mengejutkan karena perempuan yang berusia 44 tahun itu mengaku tidak pernah bepergian ke China.
Wanita yang bekerja sebagai pekerja domestik itu hanya tinggal di Jalan Bukit Merah, Singapura. Perempuan itu, dilaporkan Channel News Asia, memeriksakan gejala sakit di tubuhnya pada Minggu, 2 Februari 2020.
Perempuan itu lantas dirawat di Singapore General Hospital (SGH) pada Senin, 3 Februari 2020. Pihak rumah sakit menyatakan, perempuan itu positif virus Corona Wuhan pada Selasa, 4 Februari 2020.
Selain perempuan berpaspor Indonesia, seorang perempuan warga Singapura berumur 48 tahun disebut juga terjangkit virus Corona Wuhan. Perempuan yang bekerja sebagai penjaja produk di Yong Thai Hang ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke China.
Perempuan yang tinggal di Hougang Street 61 tersebut dilaporkan mengalami gejala virus Corona pada 25 Januari 2020. Dia kemudian dibawa ke Pusat Penyakit Berinfeksi Nasional (NCID) pada 3 Februari 2020.
" Dia dinyatakan terklasifikasi sebagai kasus dugaan dan segera menjalani isolasi," kata Departemen Kesehatan Singapura.
Saat ini, pasien yang diduga suspek terjangkit virus Corona Wuhan di Singapura berjumlah 24 orang. Dari empat kasus baru, Departemen Kesehatan Singapura, penyebaran virus Corona Wuhan ditransmisikan melalui pelancong dari China.
Dua wisatawan dari China disebut telah terinfeksi virus Corona. " Meskipun empat dari kasus ini merupakan kluster transmisi lokal, belum ada bukti penyebaran (virus Corona) secara meluas di Singapura," kata Departemen Kesehatan Singapura.
Dream - Kolaborasi ilmuwan dari Universitas Airlangga Surabaya dan Kobe University, Jepang menjadi salah satu kabar gembira di tengah gempuran virus Corona Wuhan (2019-nCoV).
Kerja sama penelitian itu menghasilkan alat yang mampu mengidentifikasi pasien yang diduga terjangkit virus Corona Wuhan.
" Masyarakat bisa memanfaatkan lembaga kami untuk mengkonfirmasi ada atau tidaknya virus. Identifikasinya tidak lama, hanya dalam hitungan jam, tetapi mekanisme sudah sesuai dengan standar kesehatan dunia WHO (World Health Organization)," kata Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih, diakses dari laman resmi Unair, Selasa, 4 Februari 2020.
Nasih mengatakan, penelitian bersama Unair dan Kobe University telah menemukan reaktan virus Corona Wuhan. Selain di Unair, reaktan ini juga telah dimiliki Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes.
Nasih mengatakan, akurasi reaktan ini mencapai 99 persen. Sebab, ada parameter reagen yang berasal dari parameter positif tertular virus.
" Pemeriksaannya dari dahak, kalau memang hasilnya sama dengan parameter yang positif maka akan dilakukan penanganan khusus," ujar dia.
Dengan identifikasi secara spesifik ini, Nasih berharap ke depannya dapat menghasilkan riset penanganan dan pencegahan akan virus ini.
" Obatnya masih susah karena kami belum mengetahui jenis mutasi virus ini seperti apa," kata dia.
Dia mengakui kemampuan Unair dalam menemukan reaktan ini tak lepas dari akses Kobe University dan relasi di Jerman, dalam mengakses data dan gen virus corona dari bank virus.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya