Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Sepasang suami istri di Tulungagung, Jawa Timur, mengalami peristiwa yang memilukan. Bayi mereka yang berumur satu bulan meninggal karena menghirup asap rokok para tamu di acara akikah.
Kisah ini diunggah ke Facebook oleh akun Facebook Fitria Indah Lestari pada 17 Juli 2017. Akun itu mengaku keluarganya menggelar acara akikah untuk anaknya, Muhammad Hafizh Syawal.
Acara tersebut digelar di rumah mertuanya di Tulungagung yang memiliki ruang lebih luas. Pada malam kejadian, dia membawa anaknya ke ruang tamu karena banyak yang ingin melihat.
" Aku terlalu sibuk dengan para tamu, sampai aku tidak menyadari ada banyak yang merokok," tulis Indah.
Awalnya Hafizh baik-baik saja. Namun dua hari setelah acara, Hafizh mulai batuk-batuk dan sesak napas.
" Aku memberitahu suamiku tentang keadaan Hafizh. Aku kemudian memberinya obat batuk. Tapi karena dia masih bayi, aku yang meminumnya," lanjut Indah.
Sayangnya, kondisi Hafizh belum juga membaik sehingga Indah dan suami membawa anak mereka ke bidan. Namun tidak diberi obat karena anaknya masih terlalu kecil.
Akhirnya, Hafizh dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Usai diperiksa, dokter memvonis Hafizh mengidap pneumonia atau paru-paru basah.
© Dream
Indah dan suaminya tidak berhenti berdoa agar Hafizh segera pulih. Tapi keadaan Hafizh semakin parah dan dokter memindahkannya ke Unit Perawatan Intensif Pediatrik.
Dokter kemudian mengatakan kepada Indah dan suaminya tentang penyakit pneumonia yang dialami Hafiz yang semakin kritis.
" Paru-paru Hafizh seharusnya semuanya berwarna hitam. Tapi ini paru-parunya hampir putih seluruhnya. Hanya sebagian yang hitam. Saya meminta tanda tangan kedua orang tuanya jika terjadi hal yang tidak diinginkan," kata dokter.
Dengan berat hati, Indah dan suaminya menandatangani surat tersebut sambil terus berharap ada keajaiban yang terjadi. Tapi pada 30 Juli 2017, jantung Hafizh berdetak semakin lemah.
Indah dan suaminya pasrah dengan ketentuan Tuhan. Hafiz pun meninggal dunia. Si kecil kemudian dimakamkan di sebuah pemakaman Islam di desanya.
Dengan kejadian ini, diharapkan para perokok untuk segera sadar. Akibat perbuatan mereka, anak kecil yang tidak berdosa ini telah menjadi korban.
Ini juga menjadi peringatan penting bagi orang tua. Jauhkan perokok dari anak-anak. Biarkan apa kata para perokok jika mencibir Anda. Kesehatan anak dan Anda adalah yang utama.
(Sumber: mynewshub.cc)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya