Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Tren aneh ini mungkin hanya akan di jumpai di Thailand. Karena aneh dan kelewat anti-mainstream, tren satu ini menjadi viral dan mengejutkan banyak orang di dunia.
Menurut Newsweek, Rumah Sakit Lelux, yang terletak di luar Bangkok dan sebelumnya terkenal dengan prosedur 3D vagina-nya itu, kembali menjadi sorotan untuk tren terbaru, pemutih penis.
Klinik yang bersangkutan mulai menawarkan prosedur ini kepada pasien sejak 6 bulan lalu setelah seorang pasien datang mengeluh tentang pigmentasi gelap di daerah pangkal paha. Sejak itu, puluhan pasien datang lagi mengeluhkan hal yang sama.
"Hari-hari in, banyak orang bertanya tentang hal itu. Kami mendapatkan sekitar 100 klien sebulan, tiga sampai 4 klien sehari," kata Bunthita Wattanasiri, Manajer Departemen Kulit dan Laser di Lelux Hospital. Sebagian besar pasien yang meminta prosedur ini berusia antara 22 dan 55 tahun.
"Kami menggunakan peralatan laser pigmentasi yang sama yang digunakan pada perawatan kulit lainnya. Semua peralatan tersebut mendapat sertifikasi oleh Kementerian Kesehatan Maysarakat Thailand," Manajer Pemasaran Lelux menambahkan.
© Dream
Meskipun minat orang-orang cukup besar utuk menjalani prosedur ini, beberapa ahli mengatakan tindakan tidak permanen itu dapat menyebabkan infeksi.
Menurut Coconuts, Dr Mingkwan Wichaidit, Direktur Departemen Pelayanan Medis Thailand mengatakan kepada media bahwa mereka akan segera kembali ke warna normal setelah prosedur dilakukan, karena tubuh kita masih menghasilkan melanin.
Selain itu, Dr Mingkwan juga mengatakan bahwa dia hanya mendengar prosedur seperti itu digunakan untuk memutihkan puting susu, namun tidak ada penelitian yang memastikan bahwa prosedur itu aman jika diterapkan pada alat kelamin. Karena, infeksi dan bekas luka cenderung muncul setelahnya.
Pakar lain, yang merupakan Wakil Direktur Departemen Pelayanan Kesehatan, menyatakan bahwa perawatan laser di area tersebut dapat menyebabkan iritasi kulit dan menyebabkan infeksi, yang mungkin dapat mempengaruhi sistem reproduksi.
Sekarang, departemen tersebut telah menginstruksikan pihak berwenang untuk menyelidiki rumah sakit bersangkutan yang menawarkan layanan pemutihan alat kelamin.
(Sah)
(Sumber: worldofbuzz.com)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan