Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi (Huffingtonpost)
Dream - Tingginya aktivitas dan mobilitas menuntun perempuan di kota besar untuk selalu menjaga kesehatan tubuh dan kulit. Namun, seiring dengan bertambahnya usia dan gaya hidup mempengaruhi munculnya tanda-tanda penuaan dini.
Kulit yang paling banyak ditemukan kerutan yakni di sisi mata, sementara kulit bagian dan tangan merupakan bagian paling sedikit terdapat kerutan.
Kulit kusam, kering, kerutan, garis halus, kantung mata, dan noda hitan merupakan masalah yang mengindikasikan terjadinya proses penuaan.
Untuk mengatasi hal tersebut, peningkatan konsumsi kolagen merupakan salah satu solusinya. Dalam sehari, tubuh membutuhkan asupan protein yang memadai dan belun ada penelitian terkait berapa porsi yang dibutuhkan.
" Setelah lewat usia 25 tahun, kadar kolagen seseorang akan mengalami penurunan sebesar 1 persen. Hal itu tidak terlepas dari menurunnya fungsi tubuh seiring dengan bertambahnya usia," kata Maya Surjadjaja, dokter Spesialis Gizi saat ditemui di ajang Jakarta Fashion Week 2015.
Menurutnya kebutuhan kolagen bukan hanya didapatkan dalam bentuk perawatan dari luar, yakni kosmetik dan sesuatu dari dalam berupa asupan nutrisi yang dikonsumsi. Kulit tanpa kolagen akan terasa lembek sehingga terlihat lebih tua dari usia aslinya.
Mengenai penuaan dini, Maya menyebut hal itu bukan hanya menimpa perempuan. Mengingat kemampuan kulit beregenerasi tidak memandang jenis kelamin.
" Pria dan wanita sama-sama mengalami penurunan kolagen maksimal di usia 25 tahun. Sampai umur itu hormon masih baik, tapi setelahnya baik pria maupun wanita sama-sama mengalami penurunan," kata dokter yang lebih suka disebut sebagai pakar nutri kosmetik. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun