6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi
Dream - Pria paruh baya ditemukan meninggal rumahnya di Distrik Sepahijala, Tripura, India. Diduga pria berusia 50 tahun itu mengakhiri hidup dengan melakukan bunuh diri usai salah membeli Ponsel yang diminta anaknya.
Dikutip dari Hindustan Times, kepolisian mengatakan pria itu ditemukan meninggal di kamarnya pada Rabu pekan lalu. Sehari sebelumnya, dia sempat bertengkar dengan anaknya gara-gara salah membeli ponsel yang diminta.
Menurut hasil pemeriksaan sementara kepolisian, awalnya anak perempuan dari pria itu meminta ponsel karena harus menjalani kelas online karena sekolahnya tutup akibat pandemi Covid-19. Gadis tersebut diketahui pelajar yang masih duduk di kelas 10.
Gadis itu kemudian meminta kepada ayahnay agar dibelikan Ponsel. Mendengar permintaan putrinya, Sang ayah lalu bergegas ke toko dan membelikannya sebuah ponsel pada Selasa.
Tetapi, ponsel tersebut ternyata tidak bisa digunakan untuk mengikuti kelas online. Keduanya lalu bertengkar dan gadis itu membanting ponsel tersebut.
Sang ayah lalu masuk kamar dan tidak terlihat lagi. Keesokan harinya, dia ditemukan sudah tidak bernyawa.
" Kami memeriksa beberapa penduduk setempat dan keluarganya tentang masalah ini," ujar pejabat kantor kepolisian Madhupur, Tapas Das.
Selama investigasi, banyak saksi menyebutkan pertengkaran antara ayah dan anak. Sebabnya pria tersebut tidak membelikan ponsel yang sesuai untuk anaknya.
" Kami melakukan post mortem dan menyerahkan mayat itu kepada mereka. Kami menetapkan ini adalah kasus kematian yang tidak wajar,” kata dia.
Ini bukan kasus bunuh diri pertama akibat kelas online di tengah pandemi. Banyak sekolah dan universitas dipaksa menggelar kelas online, sementara banyak pelajar yang tinggal di kawasan miskin harus berjuang agar bisa ikut serta.
Awal Juni lalu, satu pelajar di Kerala, India, bunuh diri lantaran tidak bisa mengikuti kelas online. Dia tidak punya TV ataupun ponsel.
Berasal dari keluarga miskin, dia khawatir pendidikannya terpengaruh hingga memutuskan kabur dari rumah. Beberapa hari kemudian dia ditemukan sudah tidak bernyawa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
