Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kasus Covid-19 di Indonesia belum ada tanda penurunan. Sebaliknya, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta malah kembali penuh. Begitu juga kapasitas RS rujukan Covid-19 di daerah selalu penuh.
Ditambah dengan momen liburan Natal dan Tahun baru, yang memicu mobilitas penduduk dan cenderung meningkatkan risiko penularan. Salah satu cara untuk mencegah penularan adalah dengan disiplin melakukan isolasi mandiri selama 14 hari pada mereka yang positif covid-19 maupun yang kontak erat.
Untuk waktu isolasi mandiri pada mereak yang tanpa gejala, menurut Permenkes Revisi 5 adalah minimal 10 hari. Sementara yang memiliki gejala, minimal 10 hari sejak muncul gejala ditambah 3 hari bebas gejala. Lalu untuk yang kontak erat adalah 14 hari.
Dokter RA Adaninggar, SpPD dalam laman Instagramnya @ningzsppd menjelaskan alasan isolasi harus minimal 10 hari karena menurut penelitian, bahwa setelah 10 hari sakit virus tidak lagi berkembang biak di media kultur.
" 10 hari adalah minimal rentang waktu di mana seseorang bisa menulari orang lain. Jadi meskipun gejala sangat ringan dan seolah hilang, tetap masih bisa menular selama 10 hari," tulis dr. Ning dalam akun Instagramnya.
Lalu mengapa kontak erat harus isolasi selama 14 hari? Hal ini karena masa inkubasi virus Covid-19, yaitu rentang waktu sejak terpapar hingga muncul gejala sekitar 2 hingga 14 hari.
" Masa menularnya adalah sejak 2 hari sebelum muncul gejala hingga 10 hari setelah muncul gejala," tulis dr. Ning.
Untuk itu bagi yang kontak erat maupun positif Covid-19 harus disiplin mengisolasi diri dan tidak kontak dengan siapapun. Hal ini demi mengurangi risiko penularan ke banyak orang, terutama pada mereka yang sangat rentan seperti manula atau yang memiliki penyakit komorbid.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

