Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mencium Berbagai Aroma/ Foto: Shutterstock
Dream - Salah satu keluhan khas dari para pasien Covid-19 adalah kehilangan kemampuan merasa dan mencium. Makanan terasa pahit, dan tak bisa merasakan aroma di sekitarnya atau disebut anosmia. Hal ini sangat menyiksa dan membuat banyak pasien kehilangan nafsu makan dan berdampak buruk pada psikologis.
Anosmia memang akan berangsung hilang dan kemampuan mencium dan merasa akan kembali, tapi biasanya memakan waktu 2 hingga 4 minggu.Selain anosmia, pasien juga mengalami parosmia, yaitu kondisi dimana orang mengalami distorsi bau yang aneh dan seringkali tidak menyenangkan.
Misalnya, alih-alih mencium aroma lemon, mungkin mencium bau kubis yang busuk, atau cokelat mungkin berbau bensin. Parosmia telah dikaitkan dengan Covid-19 dan virus serta cedera kepala lainnya.
" Beberapa derajat kehilangan bau diperkirakan memengaruhi hingga seperempat populasi umum," kata peneliti Carl Philpott, dari Norwich Medical School di University of East Anglia, dikutip dari WebMD.
" Kehilangan bau juga merupakan gejala utama Covid-19, dan kami tahu bahwa pandemi ini menyebabkan banyak orang kehilangan bau jangka panjang, atau distorsi bau seperti parosmia," ungkap Philpott.

Kabar baiknya, ada pelatihan khusus yang dapat membantu pasien Covid-19 mendapatkan kembali indra penciuman mereka. Pelatihan penciuman melibatkan mengendus setidaknya empat bau berbeda dua kali sehari setiap hari selama beberapa bulan.
" Ini bertujuan untuk membantu pemulihan berdasarkan neuroplastisitas - kemampuan otak untuk mengatur ulang dirinya sendiri untuk mengimbangi perubahan atau cedera," kata Philpott.
Para peneliti bekerja dengan lebih dari 140 orang yang kehilangan atau mengalami perubahan dalam indra penciuman mereka. Para pasien penelitian diberi berbagai alat pelatihan penciuman, termasuk bau yang berbeda, seperti kayu putih, lemon, mawar, kayu manis, cokelat, kopi, lavender, madu, stroberi, dan daun thyme
" Kami menemukan bahwa kehadiran parosmia dan kinerja penciuman yang lebih buruk pada pengujian identifikasi bau dan diskriminasi dikaitkan dengan pemulihan yang signifikan secara klinis dalam fungsi penciuman untuk orang yang mengalami gangguan penciuman pasca terpapar virus. Ini berarti bahwa pelatihan penciuman dapat membantu jalur penciuman untuk mulai beregenerasi dan pulih," ujar Philpott.
Para peneliti juga menemukan bahwa orang yang lebih tua lebih mungkin mulai memulihkan indra penciuman mereka. Selain itu, peningkatan terbesar terlihat di antara mereka yang kehilangan fungsi penciuman paling banyak. Laporan tersebut dipublikasikan secara online baru-baru ini di jurnal The Laryngoscope.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya