6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Alas kaki yang satu ini sudah sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, sandal jepit. Bahkan beberapa waktu lalu sempat menjadi booming karena digunakan salah satu artis Korea.
Kenyamanan menjadi alasan banyak orang yang menjadikannya sebagai alas kaki favorit. Namun perlu berhati-hati untuk yang terlalu sering menggunakannya karena ternyata tidak baik untuk kesehatan.
Menurut penelitian yang dikutip Huffingtonpost terlalu sering memakai sandal jepit dapat menjadi sarang puluhan ribu bakteri.
Selain kurangnya perlindungan terhadap ankle kaki, rentan terkena benda-benda yang jatuh mengenai kaki sehingga dapat mengakibatkan cedera atau hal yang mungkin lebih buruk lagi.
" Kaki adalah dasar dari tubuh. Ini dasar dari kerangka, sebaiknya lebih peduli menjaga kebersihan dan kesehatannya. Seperti efek domino, sendi dan tulang harus saling melindungi," kata Ahli Penyakit Kaki Podiatrist di New York City, Jackie Sutera, Senin 26 Januari 2015.
Jackie Sutera bersama Ahli Penyakit Kaki di Deerfield Beach Florida, Cary Zinkin serta juru bicara American Podiatric Medical Association mengemukakan akibat yang terjadi dari sandal jepit. Alas kaki ini dapat mengganggu kesehatan kaki di antaranya dapat memicu peradangan dan menjadi sarang bakteri.
Dengan hanya strip kecil pada ujung depan sendal dan membuat ibu jari dan telunjuk menjepit dan menahan pada satu tumpuan. Saat jari mencengkram sendal maka dapat menyebabkan otot bekerja berlebihan sehingga dapat memicu tendinitis atau peradangan pada tendon yang menghubungkan otot ke tulang.
Tendinitis bisa sangat menyakitkan dan membuat tendon rusak atau pecah. Selama menggunakan sendal jepit maka dapat menyebabkan palu jari kaki yaitu kontradiksi dari sendi yang menyebabkan jari kaki menekuk dan mendorong pembentukan yang buruk.
Selain itu sendal jepit dapat menjadi sarang virus atau bakteri. Sebanyak 18.000 bakteri termasuk Staphylococcus Areus --bakteri yang terdapat pada kotoran manusia-- juga bakal menumpuk. Demikian laporan riset tahun 2009 oleh University of Miami.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
