Foto: Thevocket
Dream - Produk baru biasanya hadir untuk memudahkan penggunanya. Salah satunya adalah earphone nirkabel yang membuat pemilik gawai tak perlu pusing dengan kabel-kabel yang sering menjadi kusut.
Di balik kepraktisan tersebut, ratusan peneliti justru mencemaskan kehadiran earphone nirkabel.
Melansir thevocket.com, Lebih dari 250 ilmuwan dari 40 negara mengaku prihatin dengan kandungan radiasi medan elektromagnetik non-ionisasi (electromagnetic fields/ EMF) yang terdapat dalam perangkat earphone nirkabel lantaran bisa memengaruhi biologis dan kesehatan.
Perangkat dihubungkan melalui Bluetooth, secara langsung menggunakan EMF untuk mentransmisikan data yang telah diketahui berbahaya.

Lewat saluran telinga yang mengarah langsung ke jaringan otak, gelombang radio yang dipancarkan bisa meningkatkan risiko kanker, stres, hingga kerusakan genetik.
Bahkan para ilmuan menemukan jika paparan radiasi EMF pada manusia bisa merusak DNA.
Kendati demikian, profesor bioteknologi di University of Pennsylvania yang telah mempelajari efek radiasi perangkat nirkabel terhadap kesehatan manusia, Kenneth Foster meyakini jika paparan radiasi EMF tidak membahayakan kesehatan manusia.
" Ada ribuan makalah yang melihat relevansi frekuensi radio dengan kesehatan, namun argumen ini tidak memiliki kredibilitas," ucap Kenneth Foster yang diamini oleh sebagian ilmuan lainnya.
Menurutnya, WHO dan organisasi kesehatan dunia lainnya telah mempelajari efek samping Bluetooth, WiFi, dan teknologi perangkat nirkabel lain terhadap kesehatan manusia.
Hingga kini, Foster mengatakan lembaga kesehatan dunia belum menemukan bukti yang jelas terkait risiko potensial penggunaan perangkat nirkabel.
(Sah, Thevocket.com)
Advertisement

Cerita Panji: Kisah Cinta dari Jawa yang Menjelma Jadi Dongeng di Seluruh Asia Tenggara

Berat Badan Rata-Rata Bayi per Bulan: Panduan Grafik dan Perkembangannya yang Harus Diketahui

Cara Mengurangi Kebiasaan Jajan pada Anak dan Mulai Mengajari Cara Mengatur Keuangan


Punya Badan Sebesar Beruang, Benarkah Panda Hanya Makan Bambu?

Deretan Musisi Luar Negeri yang Akan Mengunjungi Indonesia pada Agustus 2026

Mengapa Cara Membaca Aksara di Tiap Budaya Bisa Berbeda-beda?