Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bahaya Duduk Lama Mengintai Kesehatan Anda. (Foto: Freepik.com)
Dream - Sering duduk selama berjam-jam tanpa istirahat saat bekerja? Hati-hati penyakit ganas mungkin mengintai Anda.
Sebuah penelitian, yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine, mengklaim duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan serius.
Beberapa penyakit yang mungkin timbul akibat aktivitas duduk yang terlalu lama di antaranya penyakit jantung, diabetes dan kanker.
Dr David Alter, ilmuwan senior di Toronto Rehab, University Health Network (UHN), dan Institute for Clinical Evaluative Sciences, mengatakan, lebih dari setengah hari rata-rata dihabiskan untuk tidak berpindah tempat. Mulai dari duduk, menonton televisi, hingga bekerja di depan komputer.
Penelitian Dr David merupakan studi meta-analisis yang meneliti banyak studi yang tentang perilaku tidak berpindah tempat tersebut.
Dari hasil studi meta-analisis itu, Dr David menemukan kesimpulan bahwa mereka yang duduk terlalu lama dan kurang berolahraga memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap masalah kesehatan serius.
Namun penelitian memperlihatkan risiko kesehatan akibat duduk terlalu lama ini menjadi kurang ketika aktivitas fisik meningkat.
Hal itu diungkapkan oleh rekan peneliti Avi Biswas, seorang calon sarjana PhD di Toronto Rehab, UHN dan Institute of Health Policy, Management and Evaluation, di University of Toronto
Namun menurut Biswas, perlu penelitian lebih lanjut untuk lebih memahami berapa banyak aktivitas fisik yang diperlukan untuk mengimbangi risiko kesehatan akibat duduk terlalu lama ini.
" Perlu penelitian lebih banyak untuk memahami secara lebih baik tentang intervensi mana yang bisa bekerja untuk mengatasi masalah ini secara efektif," katanya.
Sementara Dr David menambahkan mengurangi lama waktu duduk dan berolahraga secara teratur perlu dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan kelangsungan hidup.
" Menjadi hal yang sia-sia jika berolahraga selama 30 menit sehari tapi tidak banyak bergerak selama 23 jam setengah," kata Dr David.
Tapi Dr David memiliki strategi agar Anda tidak terlalu banyak menghabiskan waktu untuk duduk.
" Langkah pertama adalah memantau waktu duduk - begitu kita mulai menghitung, kita lebih cenderung mengubah perilaku kita," katanya.
Langkah berikutnya adalah menetapkan tujuan hidup yang sehat, dengan memasukkan aktivitas fisik yang lebih banyak - dan mengurangi waktu untuk duduk - ke dalam kehidupan sehari-hari.
" Misalnya, di tempat kerja berdiri atau bergerak selama satu hingga tiga menit setiap setengah jam. Atau ketika menonton televisi, berdiri atau berolahraga selama iklan," pungkas Dr David.
Sumber: Misskyra.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya