Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Makan Di Malam Hari. (Source: Shutterstock)
Dream - Buat kamu yang sering mencari informasi seputar tips-tips kesehatan dan diet pasti pernah mendengar pantangan makan terlalu malam. Kebiasaan ini dianggap sebagai pemicu dari kenaikan berat badan.
Sebaliknya, banyak orang yang menyarankan agar tidak melewatkan makan pagi atau sarapan meski kamu terbiasa bangun di siang hari.
Lantas, apakah makan malam benar-benar bisa menyebabkan kenaikan berat badan atau membuat lemak lebih mudah menumpuk?
Secara logika, mengonsumsi makanan di malam hari atau menjelang tidur bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Apalagi, jika kamu tidak beraktivitas setelah makan.
Hasil yang berbeda bisa saja dialami oleh mereka yang banyak beraktivitas di malam hari. Para dokter atau petugas keamanan adalah contoh beberapa profesi yang ditoleransi mengonsumsi makanan di waktu tersebut.

Foto: Shutterstock
Kenyataannya, pola kebiasaan makan malam tidak semerta-merta dapat menambah berat badan. Dokter Gizi, Shiela Stefani, menjelaskan berat badan naik akibat makan malam bisa terjadi jika kalori yang dikonsumsi seharian melebihi yang jumlah dibutuhkan tubuh.
" Idealnya, dianjurkan untuk 2 kali makan besar dan 2-3 kali makanan selingan. Kalau sudah melebihi hal itu, kalori hariannya bertambah dan berat badannya bisa naik. Tapi kalau kalorinya terjaga, aman-aman saja," ujarnya dalam acara HaloDiet dari Halodoc, Selasa 14 Juni 2022.

Foto: Shutterstock
Adapun makanan yang bisa dikonsumsi di malam hari pun tak terbatas. Namun, disarankan untuk tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi.
Jadi, pastikan kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serta mineral tubuh tetap terpenuhi. Jika ingin menghindari kenaikan berat badan berlebih, kamu bisa memilih jenis karbohidrat kompleks yang kaya akan serat serta mengurangi konsumsi gula.
Terlepas dari jenis makanan yang bisa dikonsumsi, Shiela juga menyarankan untuk mengontrol stres dengan berolahraga. " Olahraga itu win win solution. Selain menurunkan berat badan, olahraga juga bisa mengatasi stres yang menyebabkan metabolisme tubuh terganggu dan mempersulit pembakaran lemak," tutupnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan