Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Suara mengunyah saat menikmati makanan akan terdengar jelas. Sebagian besar orang akan menikmatinya, tapi juga yang tidak. Bahkan cenderung sangat tidak nyaman dan membuatnya ingin buru-buru menyudahi makanannya.
Kondisi tersebut ternyata misophonia, yaitu kondisi abnormal otak di mana otak akan selalu bereaksi terhadap suara-suara tertentu. Jika merasa terganggu ketika mendengar suara mengunyah, kapur yang digesekkan pada papan tulis, atau suara retakkan buku-buku jari, bisa jadi mengalami misophonia.
Misophonia dapat menyebabkan stres karena terjadi reaksi flight or fight dalam tubuh. Perlu diingat, setiap orang bereaksi terhadap suara yang berbeda-beda. Tidak melulu suara mengunyah.
Studi terbaru yang dipublikasikan di Jurnal Current Biology menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini. Tim riset mengevaluasi pemindaian otak dari 42 sukarelawan. Sebanyak 22 orang memiliki misophonia dan 20 lainnya tidak. Analisis dilakukan untuk lebih memahami bagaimana otak memproses emosi dari suara-suara tertentu.

Hasilnya, tim riset mencatat, bagian otak Anterior Insular Cortex (AIC) pada penderita misophonia yang menentukan emosi terhadap hal yang sedang menjadi pusat perhatian, sangat aktif.
Dari hasil penelitian, dijelaskan bukti bahwa bagi yang terjangkit misophonia, harus mengalami penyesuaian di kehidupan sehari-hari. Misophonia, juga dapat membuat detak jantung menjadi cepat dan berkeringat.

Sayangnya, hingga sekarang belum ada pengobatan medis yang efektif. Bagi penderitanya dan bila ingin terhindar dari suara yang menggelisahkan, disarankan untuk mengenakan earplugs di kedua telinga.
Laporan: Keisha Ritzska Salsabila/ Sumber: Times of India
Dream - Bagi mereka yang mendengkur, seringkali tak menyadarinya. Biasanya baru tahu dari pasangan atau mungkin saudara yang pernah tidur bersama. Kebiasaan mendengkur ini sebenarnya salah satu tanda adanya masalah pernapasan atau kualitas tidur yang buruk.
Mendengkur sendiri disebabkan oleh aliran udara yang menggetarkan jaringan dan otot longgar di tenggorokan. Terjadinya mendengkur tergantung pada berbagai tahapan siklus tidur yang bervariasi dari satu individu ke individu lain.

Selama proses mendengkur, jaringan dan otot di tenggorokan sangat longgar sehingga saluran hidung kita menyempit. Saat itulah kita mulai menghasilkan suara yang mengganggu orang-orang di sekitar kita.
Percaya atau tidak, makanan yang kita makan bisa jadi penyebab mendengkur. Seperti yang diketahui, makanan bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental.
Tapi tahukah Sahabat Dream bahwa makanan juga bisa menyebabkan gangguan tidur berupa mendengkur? Sebaiknya hindari mengonsumsi makanan ini jelang tidur.
Jika ingin sehat dan tidak mendengkur saat tidur, sebaiknya tidak sering mengonsumsi tepung gandum olahan serta turunannya. Tepung gandum olahan harus dijauhi karena tidak bagus bagi kesehatan.

Tepung gandum olahan bisa menyebabkan peradangan. Selain itu tepung jenis ini akan menaikkan jumlah molekul yang menyebabkan produksi lendir. Produksi lendir yanng yang meningkat akan menghalangi saluran hidung hingga menyebabkan mendengkur.
Minum atau makan yang manis di malam hari bisa menjadi penyebab mendengkur. Gula olahan dapat memperburuk jaringan tenggorokan, meningkatkan produksi dahak alami dan membatasi saluran hidung. Semua ini bisa menyebabkan mendengkur.

Selain itu, gula olahan bisa meningkatkan produksi sitokin yang bisa mengakibatkan peradangan tenggorokan. Oleh karena itu, tidak mengonsumsi gula olahan adalah jalan terbaik untuk menghindari mendengkur.
Daging yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan peradangan.

Daging seperti itu akan meningkatkan kadar lemak jenuh, yang bisa menyebabkan mendengkur. Memilih daging rendah maupun tanpa lemak adalah cara mengurangi dengkuran dan menjaga tubuh tetap sehat.
Kita selalu diajarkan untuk minum susu sebelum tidur. Tetapi tahukah kamu bahwa produk susu justru memperparah dengkuran.

Ini karena minum susu sebelum tidur dapat meningkatkan produksi lendir dalam tubuh, yang membuat kamu mudah mendengkur.
Selama ini ada anggapan bahwa minum alkohol akan menenangkan saraf dan meningkatkan kualitas tidur. Padahal, pendapat tersebut hanyalah mitos. Minum alkohol justru menyebabkan kehilangan otot yang meningkatkan potensi mendengkur.
Sumber: Times of India
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya