Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tenaga Medis Dari Suku Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Memberikan Vaksin Polio Kepada Balita Korban Vaksin Palsu (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Dream - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menjalankan penyidikan terkait kasus beredarnya vaksin palsu. Berkas kasus tersebut telah rampung dan siap dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Polisi Agung Setya mengatakan kasus tersebut terbagi dalam empat berkas. Berkas-berkas itu rencananya akan dikirim pada hari ini, Jumat, 22 Juli 2016.
" Penyidikan sudah berlangsung, jadi ada empat berkas dan besok akan kita kirimkan ke Kejaksaan," kata Agung di Mabes Polri Jakarta Selatan, Kamis kemarin.
Agung menjelaskan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan jaksa penuntut umum berkaitan dengan pembuktian sebelum masuk ke persidangan.
Hingga saat ini, polisi telah menetapkan 23 tersangka terkait kasus vaksin palsu. Mereka terdiri dari enam produsen, sembilan distributor, dua pengumpul botol, satu pencetak label vaksin, dua bidan, dan tiga dokter.
Selain itu, penyidik telah memeriksa 47 saksi ahli dan akan ada penambahan tujuh saksi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Perlindungan konsumen dan pihak yang terkait.
" Pemeriksaan hingga saat ini terus berlangsung, dan ada 47 saksi ahli dan ada penambahan 7 saksi ahli," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya