Kasus Vaksin Palsu, Ketua IDI Minta Maaf

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 21 Juli 2016 19:16
Kasus Vaksin Palsu, Ketua IDI Minta Maaf
Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ilham Oetomo Marsis mengatakan pihaknya bersama negara perlu meminta maaf atas kasus vaksin palsu tersebut.

Dream - Terungkapnya kasus vaksin palsu membuat masyarakat menjadi resah. Terlebih pada mereka yang pernah menjadi pasien di rumah sakit penerima vaksin palsu.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ilham Oetomo Marsis menghaturkan permohonan maaf atas kasus vaksin palsu ini. 

" Saya Ketua Umum IDI dan negara harus meminta maaf kepada masyarakat atas musibah yang terjadi," kata Ilham di Mabes Polri Jakarta Selatan, Kamis 21 Juli 2016.

Sementera Presiden Joko Widodo berpesan pada Ilham, agar menjadikan kasus ini sebagai pelajaran dan tidak boleh terulang kembali.

" Pesan Presiden Jokowi itu harus menjadi pelajar dan kita wajib melakukan instrospeksi," ucap dia.

Ilham berujar, tidak akan merasa keberatan jika ada anggotanya terlibat masalah hukum dan dilakukan penyelidikan.

" Kalau ada anggota kami yang bersalah, kami tidak keberatan dilakukan penyidikan dan pengadilan. Di dokter ada tiga. Pengadilan etika oleh majelis etik, pengadilan disiplin oleh majelis kehormatan, dan pengadilan hukum pidana," kata Ilham.

Sementara, IDI akan melakukan pembelaan secara hukum terkait keanggotaan dokter yang bersangkutan di IDI, namun hanya sebatas pembelaan hingga terbukti menjadi tersangka.

" Kalau ada anggota kami yang bersalah tentu kami akan lakukan pembelaan hukum, namun kami tidak melindungi, kalau sudah terbukti ya tentu kami akan cabut keanggotaannya," ujar dia. (Ism) 

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi