Bleaching Rambut 3 Jam, Lihat Akibatnya!

Reporter : Sugiono
Jumat, 19 Januari 2018 16:13
Bleaching Rambut 3 Jam, Lihat Akibatnya!
Penyebabnya adalah zat kimia yang digunakan saat mewarnai rambut.

Dream - Bleaching atau mewarnai rambut dengan mengurangi kadar pigmennya menjadi tren di kalangan kaum hawa saat ini.

Sebagian wanita menggunakan teknik ini untuk membuat penampilan mereka menarik di hari istimewa. 

Hal ini juga dilakukan seorang gadis Singapura, Rachele Tan. Dia mengubah warna rambutnya di salon untuk menyambut tahun baru etnis China.

Bukannya tampil cantik, Tan malah mendapatkan musibah. Kulit kepala gadis ini melepuh akibat zat kimia setelah tiga jam menjalani bleaching. 

Dia menceritakan pengalamannya di Facebook untuk memperingatkan orang-orang tentang tentang kejadian buruk yang menimpanya. 

Tan juga ingin agar orang-orang tahu bahaya mewarnai rambut dengan bleaching secara sembarangan.

Kisah dimulai pada tanggal 11 Januari lalu saat dia..

1 dari 4 halaman

Bleaching Bawa Petaka

Dream - Pada tanggal 11 Januari, Tan ingin mewarnai rambutnya setelah dia melihat iklan sebuah salon di Facebook. Dia memilih perpaduan warna perak dan biru ombre.

Sebelum diwarnai dengan warna pilihannya itu, rambut Tan harus dibleaching sebanyak empat kali. Saat itulah petaka mulai terjadi.

Penata rambut yang menangani Tan melakukan bleaching tidak hanya pada rambut, tapi juga sampai ke akarnya. Sialnya lagi, penata rambut itu membiarkan proses bleaching berlangsung selama tiga jam.

Tanpa mencuci rambut Tan terlebih dahulu, dia mengulanginya lagi sampai 3 kali.

Seperti diketahui, obat untuk bleaching mengandung zat kimia yang sangat keras. Lagipula, pemutih rambut tersebut hanya boleh dibiarkan bekerja selama 40 menit.

Tan sempat bertanya kenapa rambutnya harus dibleaching sebanyak empat kali tanpa dicuci lebih dulu. Si penata rambut menjawab dengan enteng bahwa apa yang dia lakukan itu adalah metode bleaching yang berbeda.

" Salon yang mengerikan ini terus mengaplikasikan lapisan demi lapisan pemutih tanpa mencucinya terlebih dahulu," tulis Tan.

2 dari 4 halaman

Panas Kok Dibilang Normal?

Dream - Setelah proses bleaching selesai, penata itu mencuci rambut Tan dan mulai mewarnainya dengan warna perak. Alangkah terkejutnya Tan karena dia merasakan kulit kepalanya sangat panas.

" Aku bilang ke dia kenapa seperti itu. Dia bilang rasa panas itu adalah normal akibat zat kimia," kata Tan.

Yang membuat Tan heran, gadis di sampingnya yang sedang mewarnai rambutnya juga mengalami hal yang sama. 

Tan kemudian membayar 468 dolar Singapura (setara Rp4,7 juta) untuk keseluruhan paket, termasuk potong, perawatan dan pewarnaan rambut.

3 dari 4 halaman

Luka Bakar Hingga Bernanah

Dream - Tan baru menyadari ada sesuatu yang sangat aneh setelah sampai di rumah. Dia merasa kulit kepalanya jadi basah.

Setelah diperiksa dengan seksama, kulit kepalanya berwarna merah dan mengeluarkan nanah.

Ini pertanda kulit kepalanya mengalami luka bakar akibat zat kimia. Merasa tidak nyaman, Tan mendatangi dokter untuk menghentikan gatal-gatal dan nanah di kulit kepalanya.

Meskipun Tan menyukai hasil akhirnya, dia sangat tidak puas dengan prosesnya dan menghubungi salon untuk memberi tahu mereka tentang masalah ini.

Dia mengirim pesan dan mengomentari akun media sosial mereka. Tetapi, yang mengejutkannya, mereka memblokirnya dan mengganti nama kedua akun salon itu. 

4 dari 4 halaman

Dapat Kompensasi Tapi Disertai Ancaman

Dream - Akhirnya, salon menghubungi Tan melalui WhatsApp. Mereka membujuk Tan agar menghapus status Facebooknya sambil menawarkan kompensasi.

Singkat cerita , salon tersebut akhirnya memberi kompensasi senilai 526 dolar Singapura (setara Rp5,3 juta), untuk mengganti paket warna rambut Tan, 29 dolar Singapura (setara Rp292 ribu) untuk periksa ke dokter, dan tambahan 29 dolar Singapura (setara Rp292 ribu) untuk perawatan medis di kemudian hari.

Yang tidak mengenakkan, salon itu mengakhiri pesan dengan sedikit ancaman jika Tan tidak segera menghapus status Facebooknya.

Tan mengakhiri status Facebooknya dengan mengatakan hanya ingin meningkatkan kesadaran tentang metode bleaching yang salah.

Dia juga ingin agar salon-salon bertanggung jawab atas keselamatan pelanggan mereka.

Beruntung, sekarang Tan sudah sembuh. Namun dia mengingatkan agar melakukan survei dahulu sebelum mewarnai rambut dengan bleaching.

(ism, Sumber: worldofbuzz.com)

Beri Komentar