JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Adella Fauzi (Twitter)
Dream - Dalam setiap penampilan balerina, gerakan gemulai mereka dapat menghipnotis banyak mata yang memandang. Untuk menjadi seorang balerina ternyata tak hanya diperlukan kekuatan fisik, melainkan mental juga. Pikiran dan perasaan mereka harus sering dilatih agar penampilan mencapai kata sempurna.
Hal ini seperti yang dikatakan balerina Indonesia, Adella Fauzi. Wanita cantik ini mengaku untuk menjaga elastisitas dan mengontrol emosi, dirinya memilih melakukan yoga dan pilates.
" Kalau jadi pebalet atau balerina itu latihannya yang difokuskan pada kaki dan punggung. Agar ada kekuatan saat balet," kata wanita kelahiran Jakarta, 27 Agustus 1975 ini, Selasa 21 April 2015.
Selain kekuatan kaki dan punggung Adel mengatakan perlu juga mengasah pikiran dan mengontrol emosi. " Biasanya kalau untuk itu saya memilih yoga dan pilates, karena dapat mengontrol emosi itu juga mampu untuk elastisitas otot-otot. Makanya pebalet itu gerakannya lentur," kata kembaran dari Alleta ini.
Adella yang memulai karirnya di 1983 ini sudah banyak memiliki prestasi. Lulusan sekolah ballet Namarina ini tak pernah seorang diri saat tampil menjadi balerina. Adel tak pernah lepas dari kembarannya, Aletta Fauzi.
Dua Ballerina kembar ini seperti tak bisa dipisahkan. Tahun 1996-1997, Adella dan Aletta mendapat beasiswa menimba ilmu di Jean M Wong International Summer Dance School di HongKong masing-masing selama 1 bulan.
Pada 1997 mereka diterima mengikuti Boston Ballet Summer Dance Program selama 6 minggu di Boston Amerika Serikat. Mereka termasuk beruntung karena dalam program tersebut membatasi jumlah peserta hanya 250 murid.
Kemudian ditahun 1997, mereka menimba ilmu di Alvin Ailey American Dance Center di New York selama enam bulan. Krisis moneter yang menimpa Indonesia di tahun 1998 membuatnya untuk pulang ke tanah air. Tapi bukan berarti Adella dan Aletta berhenti menari.
Di Indonesia ternyata menjadi ajang mengukir prestasi. Saat ini Adella sudah tidak lagi bersama kembaran karena Alleta menikah dan tinggal di Sdney, Australia. " Sekarang kan Alleta sudah di Sidney jadi mau tidak mau ya sendiri, kalau latihan juga sendiri karena kan yoga dan pilates bagus untuk kesehatan fisik dan pikiran. Kalau lari sih terlalu tapi ya dua itu membuat saya jatuh cinta dan biasanya rutin kalau memang mau tampil seminggu bisa lebih dua kali," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
