Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak cara untuk membakar kalori. Bukan hanya berolahraga, tapi juga dengan mempertahankan tubuh dalam siklus alaminya. Termasuk menjaga pola tidur selalu teratur agar bobot tubuh tetap stabil.
Sebuah penelitian menemukan bahwa organ tubuh secara alami akan membakar sekitar 10 persen kalori lebih banyak saat menjelang sore dan malam hari.
Studi tersebut diterbitkan di Current Biology. Selain itu, jumlah kalori yang terbakar pada tubuh kamu sesungguhnya bervariasi selama sepanjang hari. Dikutip dari Evening Standard, para ilmuwan di Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School menemukan fakta tersebut.
" Faktanya melakukan hal yang sama pada satu waktu dalam sehari membakar lebih banyak kalori daripada melakukan hal yang sama di waktu yang berbeda," kata penulis utama penelitian, Kirzi-Marja Zitting.
Para peneliti menyatakan, temuan ini menjelaskan alasan gangguan pola tidur dan makan yang sering dialami orang yang bekerja di sesi malam, membuatnya cenderung menambah berat badan.
Percobaan ini memakan waktu selama 37 hari. Tujuh peserta berada di laboratorium khusus tanpa jam, jendela, telepon, dan internet sehingga mereka tidak memiliki konsep waktu.
Mereka hanya diberitahu kapan harus pergi tidur dan bangun. Setiap malam, waktu disesuaikan empat jam lebih agar setara dengan melintasi zona waktu setiap hari selama beberapa minggu.
" Ini memungkinkan kami untuk mengukur tingkat metabolisme pada semua waktu biologis yang berbeda dalam sehari," ungka Jeanne Duffy, salah satu peneliti.
Duffy menambahkan, pembakaran kalori juga bukan hanya soal makan saja. Menurutnya, keteraturan dan kebiasaan makan dan tidur juga penting untuk kesehatan secara menyeluruh.
(sah,Laporan Giovani Dio/ Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya