4 Kebiasaan Anak yang Bisa Membuat Susunan Gigi Berantakan

Reporter : Cynthia Amanda Male
Jumat, 30 September 2022 11:47
4 Kebiasaan Anak yang Bisa Membuat Susunan Gigi Berantakan
Intip cara merawat gigi anak agar lebih rapi dan sehat.

Dream - Tidak semua orang memiliki susunan gigi yang rapi. Ada yang harus berurusan dengan masalah susunan gigi yang tidak beraturan atau dikenal dengan istilah maloklusi. Walaupun tidak berbahaya, maloklusi bisa menyebabkan berbagai masalah dan menyebabkan gigi lebih mudah tanggal di usia lanjut.

Salah satu usha mencegah gigi mengalami maloklusi secara dini adalah melarang anak untuk mengemut jari atau terlalu sering menggunakan dot susu.

Namun penyebab Maluklusi tidak hanya akibat kedua faktor itu. Pemakaian dot susu juga dianggap bukan sebagai penyebab utama susunan gigi menjadi berantakan.

" Anak harus dibiasakan untuk tidak melakukan kebiasaan yang membuat gigi berantakan, contohnya ngemut jari jempol, topang sebelah dagu, bernapas lewat mulut, atau mendorong gigi pakai lidah," ungkap Patricia Revana, Dokter Gigi di Klinik Rata Senayan, Jakarta Selatan, Kamis 29 September 2022.

Faktor lain yang menyebabkan susunan gigi tidak rapi adalah terlambat tanggalnya gigi susu. Kondisi ini membuat gigi tetap bagian belakang muncul lebih dulu dan berujung pada maloklusi.

1 dari 5 halaman

Kontrol Gigi Anak© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Semua hal yang telah disebutkan bisa dicegah dengan berbagai cara. Mulai dari mengubah kebiasaan anak hingga rajin mengontrol gigi. " Dari kecil harus kontrol gigi untuk menyesuaikan pertumbuhannya. Kalau memang anak sulit menghilangkan kebiasaannya, nanti akan ada alat orofacial myofunctional untuk mencegah maloklusi" .

Reva menjelaskan alat tersebut dibuat dari bahan semacam karet berwarna biru yang bisa dipakaikan pada mulut anak. Alat tersebut akan membuat anak tidak bisa mengemut jempol atau mendorong lidah. Pemakaian alat tersebut juga bisa menstimulasi tumbuh kembang rahang. Sehingga, susunan giginya akan lebih rapi.

2 dari 5 halaman

Orangtua perlu mengontrol tumbuh kembang gigi anak mulai dari 0-12 tahun agar berbagai masalah giginya bisa segera diatasi. Begitu pula ketika gigi anak mulai terlihat berantakan. Pemakaian behel atau aligner lebih baik segera dipakaikan ketika gigi susunya telah digantikan dengan gigi tetap secara keseluruhan.

Semakin dini pemakaian behel atau aligner akan semakin mudah mengatasi maloklusi. Hasilnya pun lebih tahan lama dibandingkan memasang behel atau aligner di usia lebih dewasa meski masih bisa dilakukan selama struktur gigi masih kuat.

Usai menggunakan behel atau aligner, jangan lupa untuk memakai retainer secara rutin. Terutama, 2-4 tahun pertama agar susunan gigi terap rapi dan tidak kembali seperti semula.

3 dari 5 halaman

Seberapa Penting Pemakaian Retainer Setelah Melepas Behel atau Aligner?

Dream - Tidak semua orang terlahir dengan gigi yang rapi. Masih banyak orang yang mengalami maloklusi atau bentuk gigi berantakan. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan behel dan aligner.

Keduanya memiliki fungsi yang sama dengan cara kerja berbeda. Namun setelah bentuk gigi rapi dan bisa melepas behel maupun aligner, kamu tetap harus menggunakan retainer.

Retainer sendiri merupakan alat yang bisa dipasang dan dilepas sendiri untuk mempertahankan bentuk gigi. Sehingga, bentuk gigimu akan tetap rapi meski tidak menggunakan behel maupun aligner.

Tanpa menggunakan retainer, bentuk gigi akan kembali seperti semula. Apalagi, jika tidak menggunakannya secara intens selama sekitar 2 tahun setelah melepas behel atau aligner.

" Perawatan gigi dengan behel atau aligner memang harus diakhiri dengan retainer. Saat bentuk gigi sudah rapi, giginya masih dalam keadaan yang fragile. Itulah kenapa butuh tulang gigi untuk mengeras lagi dengan perawatan menggunakan retainer," tutur Patricia Revana, Dokter Gigi saat dikunjungi di Klinik Rata, Jakarta Selatan, Selasa 27 September 2022.

4 dari 5 halaman

Memakai Retainer© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Pemakaian retainer harus dilakukan seumur hidup. Namun menurut Reva, 2 tahun pertama setelah melepas behel dan retainer merupakan masa yang penting serta harus diperhatikan.

" Masa pentingnya di 2 tahun pertama. Selama 6 bulan (retainer) dipakai 22 jam sehari. Hanya dilepas saat makan, sikat gigi, dan minum minuman panas. Setelah 6 bulan, dipakai setiap hari saat tidur selama 1,5 tahun. Tahun ketiga dan keempat, boleh dipakai seminggu 3-4 kali" .

5 dari 5 halaman

Jika pemakaian retainer terasa sakit, biasanya hal tersebut disebabkan adanya perubahan bentuk gigi. Sehingga, kamu harus menggunakannya lebih intens untuk menjaga gigi tetap rapi.

Kamu pun harus menjaga kebersihan gigi dan retainer saat memakainya. Kumur dengan air serta gunakan dental floss untuk membersihkan mulut sebelum memakai kembali retainer setelah makan.

Sikat gigi setelah makan di pagi hari dan sebelum tidur malam. Bila perlu, bersihkan retainer secara rutin untuk memastikan alatnya terbebas dari kuman dan bakteri sebelum dipakai.

Beri Komentar