Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
“ Jemur baju kok bisa kering?”, “ Bagaimana cara api bisa memanaskan air dalam panci?”.
Sering mendapatkan pertanyaan-pertanyaan ini? Memang terdengar sederhana ya, tapi bagi beberapa orangtua mungkin mengalami kesulitan untuk menjelaskan cara perpindahan kalor. Untungnya, ada video program Belajar dari Rumah yang dapat membantu para orangtua di rumah dalam mendampingi pembelajaran para siswa kelas 5.

Pada episode 42 kali ini, Kak Yohana akan mengajak anak-anak untuk memelajari kalor dan cara berpindahnya. Kalor atau energi panas ternyata bisa berpindah dari benda bersuhu tinggi atau sumber kalor ke benda yang suhunya lebih rendah dengan 3 cara perpindahan panas yang berbeda.
Pertama, konveksi yang merupakan perpindahan kalor melalui benda perantara, yang diikuti perpindahan aliran panas pada zat benda tersebut. Ada beberapa contoh yang bisa orangtua sampaikan, misalnya air yang dipanaskan akan mengalami pergerakan partikel sehingga mendidih secara merata, terjadinya angin darat dan laut, hingga gerakan pada balon udara.
Selanjutnya ada konduksi yang sama-sama memindahkan energi panas lewat perantara, tapi tidak diikuti dengan perubahan benda tersebut. Misalnya, panci yang terasa panas saat diletakkan di atas kompor yang menyala, cangkir yang terasa panas saat diisi air panas, hingga perpindahan panas dari setrika ke baju saat menyetrika.
Terakhir, radiasi yang merupakan perpindahan panas secara langsung tanpa adanya perantara. Jarang disadari, perpindahan panas secara radiasi banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya merasakan kehangatan sinar matahari pagi, menghangatkan tubuh di dekat api unggun, hingga radiasi matahari yang mengeringkan baju. Biar tetap semangat belajar, ajak anak-anak untuk berdiskusi sekaligus menyebutkan contoh lain untuk ketiga cara perpindahan panas ini.

Setelah memelajari perpindahan kalor, kali ini dampingi anak-anak untuk memahami pentingnya air bagi tubuhnya. Bukan hanya menghilangkan haus, air punya manfaat dalam menjaga sistem imun tubuh, mengatur suhu tubuh, kulit terjaga sehat, memaksimalkan kerja otak, hingga membantu meningkatkan konsentrasi selama belajar.
Begitu pentingnya, jangan sampai tubuh kurang minum tapi sesuaikan dengan kebutuhan cairan setiap harinya. Direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia, anak-anak termasuk siswa kelas 5 butuh konsumsi 1 ¾ liter air per hari, yang bisa didapat dari air minum, susu, maupun jus buah.
Bukan hanya materi pelajaran di sekolah saja yang dijelaskan dengan bahasa dan contoh yang mudah dipahami oleh para siswa kelas 5. Program Belajar dari Rumah persembahan Kemendikbud ini juga berisi beragam soal dan tantangan yang dapat didiskusikan bareng orangtua. Yuk, dukung proses belajar anak-anak dengan nonton bareng Belajar dari Rumah untuk siswa kelas 5 SD, yang tayang setiap hari di TVRI mulai pukul 10.30-11.00 WIB. (*/eth)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya