Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Delapan brand modest fashion Indonesia bergabung dalam wadah Darra Bestari. Harika, Aka, Brinc, Dua, Indij, Maharaya, Oisita dan Zarrahpanoet membentuk sebuah project bagi desainer busana muslim yang ingin belajar tentang kain, pola dan hal lainnya seputar fashion.
Dalam show pertamanya, mereka sepakat untuk mengusung tema Ecolectic, rangkaian dari eco-fashion dan electic. Indira Putri, pemilik Indij mengatakan masing-masing brand berkomitmen untuk merancang busana yang ramah lingkungan. Mereka juga bersepakat bersinergi dari keberagaman ide, gaya dan selera.
Sebagai wadah inkubasi bagi para pengusaha kreatif, Darra Bestari juga akan aktif mengkampanyekan ethnical fashion. Berupaya untuk selalu menghasilkan rancangan yang bertanggung jawab pada alam, sosial dan ekonomi.
"Kita mau menerapkan eco-fashion ke dalam bisnis kita. Selain dampak limbahnya bagus untuk lingkungan nantinya kita akan menerapkan upah jahit yang benar. Ngasih upah yang layak dan suasana kerja nyaman," terang Indira yang ditemui di kawasan Office Park 18, Jakarta Selatan minggu lalu.
Hal itu berdampak pada pemilihan kain-kain yang mereka pakai. Terutama bahan-bahan natural seperti linen dan katun organik. Serta pemilihan emblishment yang berasal dari kain tradisional dari setiap daerah.
"Memakai natural fiber masing-masing daerah seperti sulam dan bordir. Tadi ada juga yang memakai sisa-sisa lace yang digunting dan ditempel-tempel," imbuhnya.
Sedangkan untuk brand miliknya, Indira keluar dari kebiasaan lamanya. Dia belum menemukan perwana alami untuk menciptkan warna hitam sehingga menampilkan busana-busana bernuansa nude.
Sedangkan untuk menerapkan fashion yang minim sampah, akhirnya Indira memilih untuk memanfaatkan sisa-sisa potongan kain sebagai layer.
"sampah halus bisa dijadikan emblishment, jadi yang rampel-rampel itu dari kain sisa. Dan saya belum menemukan pewarna alami jadi tadi nude tapi tetap mempertahankan ciri khas pada cutingan," pungkas Indira.(Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS