Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Sehatq.com
Dream – Pohon laban sejak lama telah digunakan dalam pengobatan tradisional. Tanaman yang memiliki nama ilimiah Vitex pubescens Vahl ini banyak ditemukan di daerah Sumatera dan Kalimantan.
Daun dan kulit batang laban digunakan untuk mengobati sakit pinggang, gangguan pencernaan, demam, sengatan kalajengking hingga digunakan sebagai obat penambah stamina.
Daun laban sendiri memiliki kandungan senyawa ecdysteroid, flavonoid, steroid, dan fenolik yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Namun apakah daun laban dapat mengobati virus corona covid-19?

Sejauh ini belum ada penelitian yang mengamati tentang efek daun laban dalam mengobati infeksi akibat virus corona covid-19.
Untuk itu, masyarakat diminta untuk tetap hati-hati dalam menggunakan zat tertentu yang dianggap dapat mengobati virus covid-19. Agar tidak timbul efek samping yang justru dapat membahayakan.
Namun diluar itu, daun laban memang memiliki berbagai manfaat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Daun laban dapat dikonsumsi sebagai minuman herbal. Diantara manfaatnya adalah sebagai berikut:
Daun laban efektif untuk menurunkan produksi asam lambung yang berlebih. Ekstrak dari daun laban dapat melindungi lambung dari asam lambung.
Getah yang berasal dari daun laban dapat menyembuhkan pembengkakan dalam jaringan tubuh. Getah tersebut dapat digunakan sebagai anti-inflamasi atau anti-radang.
Daun laban mengandung berbagai molekul bioaktif, seperti iridoid, flavonoid, diterpenoid, turunan, dan pitosteroid. Kandungan tersebut dapat mengendalikan peradangan dan gatal pada kulit
Para peneliti tahun dalam jurnal Agricultural Science tahun 2013 di IPB, menyebutkan bahwa daun laban memiliki potensi yang besar sebagai antibakteri. Antibakteri tersebut dapat mengobati jerawat yang disebabkan oleh bakteri P. acnes, S. epidermidis, dan S. aureus.
Penelitan yang diterbitkan oleh Chempublish Journal menyebutkan bahwa kulit batang laban mampu menghasilkan salah satu senyawa sitotoksik. Senyawa tersebut dapat dijadikan sebagai penghambat pertumbuhan sel kanker.
Sebuah studi mengatakan bahwa kulit laban mengandung banyak triterpenoid. Triterpenoid merupakan satu dari contoh golongan terpenoid yang dapat menghambat virus HIV. Golongan terpenoid ini juga merupakan komponen kimia yang aktif melawan bakteri, jamur, virus, dan protozoa.
(Sumber: sehatq.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya