Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Dream– Jutaan orang telah menjalani tes untuk mendeteksi virus corona jenis baru, Covid-19. Sebagian besar sudah menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang diklaim memiliki tingkat sensitifitas lebih tinggi terhadap virus Covid-19. Metode ini sering disebut sebagai Swab test. Dengan menggunakan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah.
Namun tes PCR masih membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat mengetahui hasilnya. Sedangkan jumlah kasus virus Covid-19 terus meningkat. Hal inilah yang membuat para peneliti mencoba langkah baru. Mereka melaporkan bahwa sebuah studi ACS Nano telah dikembangkan yang diklaim berpotensi lebih akurat berdasarkan penginderaan fototermal plasmonik.

Para ahli kesehatan setuju bahwa pengujian harus terus dikembangkan. Untuk menemukan solusi terbaik mengatasi penyebaran Covid-19. Jing Wang dan rekannya ingin mengembangkan tes Covid-19 yang lebih cepat dan berpotensi lebih akurat untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 yang bisa menjadi alternatif praktis untuk PCR.
Tes baru ini akan menggunakan teknik resonansi plasmon pada permukaan yang terlokalisasi. Tes ini dapat mendeteksi interaksi antara molekul pada permukaan struktur nano logam. yang dibangun sebagai perubahan lokal dalam indeks bias.
Para peneliti membuat probe DNA yang dapat mengenali RNA SARS-CoV-2. Potongan-potongan genom virus ditambahkan, sehingga RNA dapat terikat pada probe komplementer.
Peneliti menggunakan laser untuk memanaskan partikel nano. Sehingga dapat mengurangi hasil deteksi palsu virus Covid-19. Dengan cara ini, peneliti dapat membedakan antara SRAS-CoV-2 dan SARS-CoV-1.
Meskipun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, diharapkan dengan adanya uji tes baru ini dapat membantu meringankan tekanan yang saat ini bergantung pada tes PCR.
(Sumber: phys.org)
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A