5 Poin Penting Berkendara Santun, Hati Tenang Jiwa Selamat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 26 September 2019 16:12
5 Poin Penting Berkendara Santun, Hati Tenang Jiwa Selamat
Poin-poin ini merupakan pemahaman etika berkendara saat macet.

Dream – Kemacetan menjadi keseharian di kota besar seperti Jakarta. Meski menyebalkan, kita harus siap dengan risiko terjebak macet. Menggerutu apalagi sampai berkendaraan seenaknya tentu bukan solusi.

Etika berkendara tetap harus dijaga saat berkendara di kondisi macet. Selain membuat hati lebih tenang, keselamatan dan kepentingan bersama jadi tujuan utama.

Sony Susmana, Safety Defensive Consultant Indonesia, mengungkapkan ada lima poin penting yang perlu dipahami seorang pengemudi saat berkendara. Apa saja ya?

Pertama, membaca dan memahami aturan lalu lintas.

Pengemudi harus menggunakan aturan lalu lintas sebagai panduan berkendara serta memahami dan mematuhi rambu-rambu jalan. Dengan cara ini, ketertiban dan keselamatan pengguna jalan bisa tercipta.

Kedua, menyesuaikan kecepatan dan menjaga jaga jarak aman.

Memaksakan jarak yang dekat karena takut ‘disalip’ merupakan sebuah kebiasaan buruk. Semakin dekat jarak antarmobil maka risiko terjadinya benturan semakin tinggi

Ketiga, tidak melakukan manuver berbahaya.

Tak jarang dijumpai mobil terburu-buru di tengah macet. Berpindah jalur dengan harapan lebih cepat selesai. Tindakan ceroboh ini malah bisa berakibat senggolan dan memicu konflik.

Selalu pastikan posisi kendaraan berada di jalur yang tepat sehingga tidak membingungkan pengendara lain. Nyalakan sein terlebih dahulu untuk meminta jalur. Setelah diberi kesempatan (ingat, bukan setelah ada kesempatan) baru perpindahan jalur dapat dilakukan.

1 dari 5 halaman

Jangan Sungkan Mengalah

Keempat, selalu mengalah dan sopan.

Kunci utamanya adalah berpikir positif dan rileks. Berkendara tak hanya mementingkan kebugaran fisik, tetapi juga mental. Berikan ruang bagi kendaraan yang lebih kecil dan pejalan kaki saat berhenti di persimpangan.

Kelima, hargai mereka yang diberikan prioritas.

Perhatikan keadaan sekitar terutama dari arah belakang. Waspada dan beri jalan ketika mendengar bunyi sirine, terutama ambulans dan pemadam kebakaran.

Artinya, sedang ada suasana genting yang mungkin terjadi di sekitar kamu ataupun di sudut kota lainnya. Membuat antrean yang tertib bisa membantu kendaraan emergency merespons kejadian dengan cepat.

“ Saat terjadi penyempitan jalur atau bottleneck tetap kedepankan toleransi. Artinya, berikan ruang bagi kendaraan di depan yang mengisi jalur. Sebaliknya, ketika berpindah selalu beri lampu isyarat dan tunggu diberi kesempatan. Sesuaikan laju dan jaga jarak aman,” kata dia.

“ Pasti kemacetan berkurang 15% (ketika semua pengguna jalan tertib), dan yang lebih penting ketika kemacetan disikapi dengan benar maka jadi teratur,” tutur Sony.

(Sah, Sumber: OTO.com)

2 dari 5 halaman

Survei: Materi Kursus Mengemudi Sudah Ketinggalan Zaman

Dream – Seberapa banyak kamu ingat materi kelas mengemudi? Jika jawabannya tidak banyak, artinya kamu tak sendirian.

Dikutip dari Carscoops, Senin 8 Juli 2019, studi yang diadakan Volvo dengan Harris Poll menyebutkan, sebagian besar orang Amerika berpandangan sekolah mengemudi suram.

Dikatakan ada 2 ribu orang memiliki SIM yang menanggapi survei. Ada 52 persen responden mengatakan pendidikan pengemudi sudah ketinggalan zaman dan 60 persen menilai tes mengemudi dirancang untuk lulus.

Ada 28 responden yang mengatakan menghabiskan waktu kurang dari 20 jam di belakang kemudi sebelum mengambil tes mengemudi.

 

 

Sementara, di negara-negara lain, kata Volvo, rata-rata pengemudi memerlukan waktu 46 jam di balik setir dan ada juga yang mengambil waktu di bawah 40 jam sebelum tes menyetir.

Tak terlalu mengejutkan bahwa kebanyakan orang tidak belajar tentang praktik berkendara yang aman dari sekolah mengemudi.

Ada 51 persen responden mengatakan orangtua dan wali mereka mengajarkan cara berkendara mobil dengan aman.

3 dari 5 halaman

5 Gaya Mengemudi Pengendara Mobil di Jalanan, Kamu yang Mana?

Dream – Kebutuhan mobil di Indonesia terus meningkat seiring bertambahnya masyarakat kelas menengah baru. Selain lebih aman dan nyaman dibandingkan naik sepeda motor, harga mobil kini juga semakin terjangkau.

Pembelian mobil yang meningkat sudah pasti akan menambah jumlah mobil di jalan. Tentu saja kondisi jalan akan semakin ramai.

Mengemudikan Kendaraan Saat Mudik, Baca Doa Ini

Munculnya pemilik mobil baru tentu membuat tipe pengemudi semakin beragam. Kini kita juga sering melihat banyak perempuan yang berani mengemudikan mobil.

Setiap pengemudi tentu puya style sendiri saat berkendara. Nah, tipe-tipe pengemudi apa saja yang sering ditemui di jalan?

Berikut ini rinciannya, dikutip dari Top 1 Indonesia, Senin 28 Januari 2019.

4 dari 5 halaman

Kalem, Pemarah, Pembalap

Tipe Kalem

Tipe pengemudi ini biasanya pribadi yang sangat santai dan selalu mematuhi aturan lalu lintas dengan benar. Jarang memutar musik lebih sering mendengarkan radio.

Pengemudi ini selalu memakai sabuk pengaman, jarang berbicara, dan selalu fokus. Pengemudi ini juga selalu tahu dan punya insting yang bagus terhadap seluruh jalan tikus.

Saudi Denda Pengemudi yang Selfie

Tipe Pemarah

Pengemudi ini cenderung marah-marah di jalan. Dia selalu menganggap semua mobil itu menghalangi jalannya dan selalu merasa paling benar.

Biasanya orang-orang ini selalu cenderung emosi saat berkendara terutama ketika jalanan sedang macet. Tipe ini juga sering dilakukan adalah berteriak bahkan kadang merendahkan pengemudi lain.

Tipe Pembalap

Kamu akan sering menemukan pengemudi bertipe ini ketika kamu sedang di jalan tol. Mereka biasanya selalu berusaha menjadi yang terdepan dengan selalu tancap gas paling pol.

Tipe ini selalu ingin buru-buru dan dianggap keren sama pengemudi lain. Yang paling parah, tipe ini suka menutup celah jalur demi mencegah pengemudi lain tidak menyusulnya.

5 dari 5 halaman

Bijaksana dan Anak Kekinian

Tipe Bijaksana

Tipe ini hampir sama dengan tipe kalem. Akan tetapi, dia ini lebih ke orang yang selalu menghindar dan selalu dibalap dengan pengemudi lain.

Misalnya, ada pengemudi yang sengaja bikin dia marah, tapi dia selalu santai aja karena merasa bahwa itu membuang waktu aja. Jadi, daripada kena masalah, lebih baik tipe ini menghindarinya.

Keluarga di Saudi Bakal Rekrut Besar-besaran Sopir Wanita

Tipe Anak Kekinian

Nah kalau tipe ini biasanya diisi oleh para milenial yang baru bisa belajar naik mobil. Mereka ini suka sangat sibuk di dalam mobil.

Tipe anak kekinian sering mendengarkan musik, memeriksa media sosial ketika macet, dan sering menelepon temannya (bahkan video call). Tipe iti selalu ingin mengalihkan perhatiannya sehingga selalu merasa nyaman dan enjoy. 

Beri Komentar