Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Didi Kempot (Foto: Kapanlagi.com)
Dream - Didi Kempot meninggal secara mendadak. Hal ini membuat kaget banyak orang, karena sebelumnya musisi campursari ini terlihat sehat dan aktif menggalang dana untuk penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Sang maestro musik jawa melankolis ini diduga meninggal dunia karena henti jantung mendadak. Banyak yang mengira kalau henti jantung, serangan jantung dan gagal jantung adalah gangguan yang sama.
Faktanya, ketiga masalah jantung tersebut sangat berbeda. Simak perbedaan ketiganya, seperti dikutip dari KlikDokter.com
Dalam dunia medis, serangan jantung dikenal dengan istilah sindrom koroner akut. Kondisi ini merupakan suatu keadaan ketika pembuluh darah jantung mengalami penyumbatan, sehingga aliran darah menjadi terhambat. Aliran darah yang berkurang ini menyebabkan kerusakan jaringan jantung.

Seorang yang mengalami serangan jantung akan mengeluhkan adanya nyeri dada kiri yang menjalar ke tangan kiri. Selain itu, orang tersebut juga akan mengeluhkan adanya sesak napas, keluar keringat dingin dan perasaan tercekik.
Serangan jantung memerlukan penanganan yang cepat. Jika tidak, kondisi jantung pasien dapat memburuk, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Gagal jantung adalah keadaan saat jantung tidak dapat melakukan fungsi pemompaan darah dengan baik. Jantung yang tidak dapat memompa darah akan menyebabkan terjadinya penumpukan darah pada ekstremitas (anggota badan, seperti lengan dan tungkai) dan paru.

Kondisi tersebut akan menyebabkan berbagai keluhan pada penderitanya, seperti sesak napas, mudah lelah dan batuk. Terdapat banyak penyebab gagal jantung, di antaranya adalah diabetes melitus, tekanan darah tinggi dan gangguan katup jantung.
Henti jantung mendadak adalah keadaan ketika jantung berhenti berdenyut. Dalam keadaan normal, jantung akan berdenyut dan memompa darah secara ritmik.

" Apabila jantung tidak mendapatkan aliran darah yang cukup, akibat adanya sumbatan pembuluh darah jantung, yang layaknya terjadi pada sindrom koroner akut, maka jantung dapat mengalami gangguan irama jantung. Gangguan irama jantung ini yang dapat menyebabkan henti jantung mendadak," ungkap dr Alvin Nursalim, SpPD.
Bila mengalami henti jantung, maka tidak ada aliran darah ke berbagai organ vital, salah satunya adalah otak. Henti jantung mendadak memerlukan pemompaan jantung secara manual atau dikenal dengan resusitasi jantung paru (RJP).
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa