Diprotes Warga, Kota Ini Cabut Larangan Bercelana Kendor

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 19 September 2014 07:00
Diprotes Warga, Kota Ini Cabut Larangan Bercelana Kendor
Menurut warga, celana kendor merupakan bagian fashion, bukan urusan polisi. Anggota dewan kota Ocla menggelar sidang dan hasilnya mencabut larangan itu.

Dream - Pemerintah Kota Ocla, Florida, Amerika Serikat, mencabut aturan yang melarang warga bercelana kendor. Menurut warga, celana kendor merupakan bagian fashion, bukan urusan polisi.

Pencabutan itu dilakukan setelah warga melakukan `perlawanan`. Berbagai kritik dilontarkan untuk mendesak pembatalan aturan. Sehingga, anggota dewan kota Ocla menggelar sidang dan hasilnya mencabut larangan itu.

“ Memasukkan orang ke dalam penjara selama 60 hari dan mendenda mereka US$ 500 (sekitar Rp 6 juta) karena mengenakan celana dua inci di bawah pinggang, di mana pun, bukanlah aturan yang cerdas,” kata Walikota Ocla, Kent Guinn, dikutip Dream dari Emirates 24l7, Jumat 19 September 2014.

Dalam larangan yang disahkan pada bulan Juli yang lalu, warga –khususnya kalangan muda– di kota yang berjarak 80 mil barat laut Orlando itu dilarang mengenakan celana kendor, yang jika dipakai terlihat melorot. Model ini memang menjadi tren di kalangan pemuda Amerika Serikat, terutama bagi yang gandrung aliran musik tertentu.

Karena resah dengan busana yang seolah mempertontonkan bagian di bawah pinggang itu, pengadilan di Ocla mengeluarkan aturan yang melarang warga bercelana kendor saat berada di area umum, seperti jalan, trotoar, taman, kolam renang umum, dan tempat-tempat umum lainnya.

Kontan saja, aturan itu mengundang kritikan dari warga. Aturan itu malah dituding diskriminatif terhadap ras tertentu dan berpotensi melanggar konstitusi yang menjamin kebebasan berekspresi.

“ Saya tidak berpikir pemerintah harus mengurusi masalah yang mengatur bagaimana rakyat berpakaian. Kita di Ocla punya banyak hal yang harus diurusi oleh polisi daripada itu,” kata Juru Bicara Kota Ocla, Jeannine Robbins.

Sementara, salah satu anggota dewan kota, Mary Rich, yang telah enam tahun mengkampanyekan aturan ini selama enam tahun menolak mencabut larangan tersebut. Namun suaranya kalah, dengan perbandingan 1:4.

“ Anda tidak akan ingin Ibu Anda datang ke alun-alun pusat kota dan mendapati orang-orang dengan celana melorot hingga ke lutut,” tutur Rich.

Beri Komentar