Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Fashion Celana Kendor (http://www.sodahead.com/)
Dream - Pemerintah Kota Ocla, Florida, Amerika Serikat, mencabut aturan yang melarang warga bercelana kendor. Menurut warga, celana kendor merupakan bagian fashion, bukan urusan polisi.
Pencabutan itu dilakukan setelah warga melakukan `perlawanan`. Berbagai kritik dilontarkan untuk mendesak pembatalan aturan. Sehingga, anggota dewan kota Ocla menggelar sidang dan hasilnya mencabut larangan itu.
“ Memasukkan orang ke dalam penjara selama 60 hari dan mendenda mereka US$ 500 (sekitar Rp 6 juta) karena mengenakan celana dua inci di bawah pinggang, di mana pun, bukanlah aturan yang cerdas,” kata Walikota Ocla, Kent Guinn, dikutip Dream dari Emirates 24l7, Jumat 19 September 2014.
Dalam larangan yang disahkan pada bulan Juli yang lalu, warga –khususnya kalangan muda– di kota yang berjarak 80 mil barat laut Orlando itu dilarang mengenakan celana kendor, yang jika dipakai terlihat melorot. Model ini memang menjadi tren di kalangan pemuda Amerika Serikat, terutama bagi yang gandrung aliran musik tertentu.
Karena resah dengan busana yang seolah mempertontonkan bagian di bawah pinggang itu, pengadilan di Ocla mengeluarkan aturan yang melarang warga bercelana kendor saat berada di area umum, seperti jalan, trotoar, taman, kolam renang umum, dan tempat-tempat umum lainnya.
Kontan saja, aturan itu mengundang kritikan dari warga. Aturan itu malah dituding diskriminatif terhadap ras tertentu dan berpotensi melanggar konstitusi yang menjamin kebebasan berekspresi.
“ Saya tidak berpikir pemerintah harus mengurusi masalah yang mengatur bagaimana rakyat berpakaian. Kita di Ocla punya banyak hal yang harus diurusi oleh polisi daripada itu,” kata Juru Bicara Kota Ocla, Jeannine Robbins.
Sementara, salah satu anggota dewan kota, Mary Rich, yang telah enam tahun mengkampanyekan aturan ini selama enam tahun menolak mencabut larangan tersebut. Namun suaranya kalah, dengan perbandingan 1:4.
“ Anda tidak akan ingin Ibu Anda datang ke alun-alun pusat kota dan mendapati orang-orang dengan celana melorot hingga ke lutut,” tutur Rich.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya