Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Huffingtonpost)
Dream - Banyak yang bertanya-tanya bagaimana mengatasi nafsu makan yang besar dan mengurangi takaran makanan.
Sekarang para ilmuwan di Harvard telah mengidentifikasi jaringan saraf di otak yang mengontrol rasa lapar.
Mereka bahkan telah berhasil merangsang jaringan dalam otak tikus, yang membuat mereka merasa kenyang ketika belum makan.
Dikutip Dream dari Metro.co.uk, Kamis 30 April 2015, tim ilmuwan Harvard sekarang percaya, mengaktifkan syaraf yang diatur oleh melanoncortin 4 reseptor (MC4R) di otak dapat membantu orang menjalani diet tanpa harus merasakan pengalaman tidak nyaman dari diet.
" MC4R pengatur 'kenyang' ini adalah kunci untuk membangun cetak biru bagaimana otak mengatur nafsu makan," kata Dr Bradford Lowell, kepala peneliti di Harvard.
Sebelumnya banyak yang mengandalkan produk Slim Fast agar bisa merasakan kenyang lebih lama. Namun penemuan neuron kenyang adalah langkah besar dalam pembuatan obat benar-benar bisa mengubah perasaan ingin makan pada otak.
" Namun perlu diketahui bahwa teknik ini hanya berfungsi untuk 'menipu' otak bahwa Anda sudah kenyang. Sementara perut Anda benar-benar sedang membutuhkan makanan."
Lowell mengatakan teknik ini mungkin sangat berguna untuk menangani pasien yang memiliki masalah obesitas. Temuan Lowell ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Neuroscience. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya