Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Apakah Anda malas untuk bangun dari tempat tidur, merasa tidak punya energi sepanjang hari dan bergantung pada gula untuk melakukan rutinitas? Itu tandanya Anda mengalami kelelahan.
Kelelahan menimpa hampir semua orang. Menurut sebuah penelitian, 10 persen orang yang pergi ke dokter mengeluhkan kelelahan yang mereka alami.
Setengah dari orang yang mengeluh kelelahan didiagnosis dengan masalah medis seperti kekurangan zat besi atau kelenjar tiroid yang tidak bekerja maksimal.
Kelelahan juga dapat disebabkan oleh masalah gaya hidup dan dapat diselesaikan dengan melakukan perubahan sederhana.
Salah satu gaya hidup yang tidak dianjurkan adalah terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat (nasi).
Marilyn Glenville, ahli gizi dan penulis Natural Health for Women Bible, mengatakan orang bisa mengalami kelelahan dari makanan yang seharusnya memberi mereka energi.
Mengkonsumsi pasta, roti, nasi, biskuit, cokelat dan keripik menyebabkan gula darah naik turun dengan cepat, sehingga banyak yang sudah mengantuk meski hari masih sore.
" Beberapa orang mengkonsumsi karbohidrat olahan seperti roti putih, tepung putih, pasta putih. Jenis makanan ini mengandung Indeks Glikemik (Glycemic Index/GI) yang tinggi," kata Glenville dikutip Dream dari Daily Mail, Rabu 22 April 2015.
Makanan yang mengandung GI tinggi menghasilkan aliran darah yang terlalu cepat. Sehingga gula darah naik dan turun dengan cepat. Gula darah yang naik dan turun dengan cepat sangat berbahaya.
" Hal itu membuat Anda merasa cepat pusing, murung, mudah tersinggung dan lelah," tambah Glenville.
Namun bukan berarti harus menjauhi karbohidrat. Glenville mengatakan untuk menghindari dari rasa lelah berlebihan, maka harus mengkonsumsi lebih banyak makanan yang bergizi. Dengan demikian meski bisa lelah tapi itu dikarenakan tidak mendapatkan cukup nutrisi.
Dia mengatakan makan makanan dengan GI rendah, yang melepaskan energi lebih lambat - dan makan porsi sedikit dalam jarak tertentu, akan membuat gula darah stabil dan tingkat energi menjadi konstan.
" Hal ini akan mencegah kelelahan. Selain itu, banyak makan buah yang kaya nutrisi dan sayuran juga akan membantu," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya