Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Kasus sakit punggung yang parah dapat menyebabkan penyakit degeneratif seperti penyakit sendi atau penyakit tulang belakang. Beberapa di antara penyakit tulang belakang adalah herniasi disc, penyempitan tulang belakang atau spinal stenosis, penyakit bantalan tulang belakang atau degenerated disc disease (DDD), dan 'syaraf kejepit' atau disc prolapse.
Seperti dikutip dari Emirates 247, Senin, 20 April 2015, Penyakit degeneratif tulang belakang umum terjadi pada orang yang terus-menerus bekerja atau mengangkat benda berat, yang mengakibatkan tulang belakang menjadi tegang.
Penuaan juga merupakan penyebab yakni ketika tulang belakang menjadi kaku, kehilangan kelenturannya dan menyempit. Tulang dan ligamen menjadi tebal dan kurang fleksibel. Pasokan darah menjadi lambat dan mempengaruhi tingkat perbaikan tulang belakang.
" Penyakit tulang belakang dapat terjadi kapan saja dan bervariasi dalam hal gejala dan tingkat keparahannya. Jadi sangat dianjurkan segera mencari bantuan medis untuk mendapatkan diagnosa yang tepat," kata Dr Hilali Noordeen, ahli bedah dan konsultan ortopedi di Rumah Sakit Burjeel, Abu Dhabi.
" Namun yang menjadi masalah adalah gejalanya kadang sulit diketahui," tambahnya.
Orang positif terkena penyakit tulang belakang jika mereka merasakan sakit kronis di bawah punggung, di bagian bokong, paha belakang, dan leher. Gerakan dasar seperti mengangkat, berjalan, membungkuk, atau bahkan duduk menjadi lebih sulit atau menyakitkan untuk dilakukan.
" Sebanyak 62 persen orang berusia muda menderita sakit punggung. Rasa sakit punggung kronis adalah hasil dari kebiasaan sehari-hari yang mungkin tampak tidak berbahaya pada awalnya, tetapi mungkin merusak dalam jangka panjang. Duduk di kursi dengan postur melengkung untuk jangka waktu yang lama, atau membawa buku yang berat di ransel sekolah, atau gaya hidup yang kurang aktif," kata Dr Hilali.
Ditambahkan Dr Hilali, olahraga teratur, menjaga postur tubuh, sering gerak, jalan-jalan selama 30 menit, atau berenang selama 20 sampai 40 menit sehari dapat membantu mencegah terjangkit penyakit tulang belakang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya