Dokter Anak Ingatkan Risiko Obesitas Selama di Rumah Saja

Reporter : Mutia Nugraheni
Sabtu, 7 November 2020 13:32
Dokter Anak Ingatkan Risiko Obesitas Selama di Rumah Saja
Pastikan buah hati mengonsumsi asupan yang cukup, tak berlebihan dan melakukan aktivitas fisik.

Dream - Anak-anak yang masih dalam tahap usia pertumbuhan sangat membutuhkan aktivitas fisik demi tumbuh kembangnya. Sedihnya, pandemi membuat anak tak bisa bebas bermain yang menguras kekuatan fisik seperti saat mereka di sekolah bersama teman-temannya.

Belum lagi rasa jenuh belajar di rumah yang biasanya dilampiaskan lewat makanan atau camilan. Hal ini membuat risiko kenaikan berat badan pada anak meningkat. Jika dibiarkan terus menerus bukan tak mungkin anak mengalami obesitas.

Dokter Cynthia Rindang Kusumaningtyas, spesialis anak yang praktik di RS Pondok Indah – Puri Indah mengingatkan para orangtua untuk memperhatikan asupan dan aktivitas anak saat di rumah saja. Ia memberikan tips untuk membuat anak tidak makan berlebihan dan terhindar dari obesitas selama pandemi.

Langkah pertama menurut dr. Cynthia adalah selalu sediakan makanan dan camilan bernutrisi tinggi. Buah sayur dan makanan tinggi protein sebaiknya selalu ada di rumah. Hindari camilan keripik gurih atau camilan dengan gula tinggi

" Makan sayur dan buah setiap hari agar si kecil cepat merasa kenyang dengan makanan yang sehat. Mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang dengan jumlah secukupnya serta menghindari kudapan berkalori tinggi," ungkap dr Cynthia dalam rilis yang diterima Dream.co.id.

Ia juga menyarankan untuk menghindari memberi si kecil minuman manis dengan gula tinggi. Lebih baik berikan air putih. Untuk menambah rasa bisa membuat infused water dengan memasukkan irisan buah.

 

1 dari 5 halaman

Jadwal Aktivitas Fisik

Tak hanya asupan yang harus diperhatikan, pastikan juga si kecil melakukan aktivitas fisik. Bukan hanya sekadar di depan laptop atau bermain HP, karena sekolah online sudah sangat menguras waktunya.

Jadwal Aktivitas Fisik

" Buat kesepakatan jadwal bersama keluarga untuk mengurangi waktu menonton televisi atau main video games dan digantikan dengan aktivitas fisik seperti jalan pagi atau main sepeda dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," pesan dr. Cynthia.

Jenis kegiatan fisik atau lamanya olahraga yang dilakukan tentunya harus disesuaikan dengan usia anak serta kemampuan perkembangannya. Bila si kecil masih bayi, mengajaknya bermain dalam posisi tengkurap, mencoba meraih benda dengan merangkak, mendorong benda, atau bermain bola dalam posisi duduk selama 30 menit per hari sudah merupakan bentuk olahraga pada kelompok usia tersebut.

 

2 dari 5 halaman

Sesuaikan dengan usia

Pada anak di bawah lima tahun, aktivitas fisik ringan seperti berjalan-jalan di taman sambil mencari kupu-kupu, bermain pasir, membantu menyiram tanaman dengan total 180 menit sehari akan menjadi alternatif kegiatan yang menyenangkan bagi anak.

Sesuaikan dengan usia

Untuk anak yang lebih besar tentunya membutuhkan olahraga dengan intensitas lebih tinggi berdurasi 60 menit dalam satu hari seperti main petak umpet, naik sepeda, hiking, menari, atau berlari. Pilih saja yang sesuai dengan minat dan kesukaan anak.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

 

 

3 dari 5 halaman

Musim Hujan Bisa Picu Penularan Covid-19 Lebih Parah?

Dream - Cuaca dingin di musim hujan, mungkin Sahabat Dream sudah bersiap-siap menyetok jaket hingga obat-obatan pereda flu di rumah. Dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang, kita pun harus ekstra dalam menjaga daya tahan tubuh.

Musim Hujan Bisa Picu Penularan Covid-19 Lebih Parah?

Mungkin kamu bertanya-tanya, apakah penularan virus Covid-19 bakal bertambah di musim hujan seperti sekarang? Jawabannya bisa iya, bisa tidak.

" Seperti yang selalu saya katakan, banyak yang tidak kita ketahui tentang detail virus ini. Tetapi kami tahu bahwa kombinasi faktor perilaku manusia - dapat menyebabkan lonjakan kasus Covid-19," ujar Elizabeth Hanes, seorang perawat senior, dikutip dari WebMD.

 

4 dari 5 halaman

Pertama, berkat cuaca dingin, orang cenderung lebih suka menghabiskan waktu di rumah. Kita tahu virus menyebar lebih mudah di dalam ruangan daripada di luar ruangan, di mana angin dapat menyebar dan menerbangkan partikel virus.

Jika banyak yang lebih memilih untuk di rumah saja saat cuaca dingin, itu sangat baik. Bisa menjadi masalah, jika kita di rumah saja tapi membuat jamuan bagi banyak orang.

" Banyak yang melakukan lebih banyak aktivitas dalam ruangan - seperti menjamu teman di rumah atau makan bersama di restoran atau berkumpul untuk liburan - maka kita bisa melihat lonjakan kasus COVID-19," kata Hanes.

 

5 dari 5 halaman

Kedua, timbulnya musim dingin dan flu berarti lebih banyak orang akan sakit influenza dan flu. Setiap kali sakit, sistem kekebalan untuk sementara menjadi rentan. Kondisi tersebut membuat virus Covid-19 akan lebih mudah menginfeksi.

Tren Face Shield untuk Cegah Corona, Efektifkah?

Pasalnya, sistem imun sibuk melawan virus pertama sehingga tidak dapat meningkatkan respons yang kuat terhadap serangan virus lain. " Jadi, sangat mungkin kita akan melihat lebih banyak orang terkena COVID-19 selama musim flu karena mereka lebih rentan terhadap infeksi," ungkap Hanes.

Salah satu tindakan pencegahan untuk menghindari Covid-19 dan flu adalah vaksinasi flu. Terutama pada manula, orang yang memiliki riwayat penyakit, dan anak-anak.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar