Dua Karyawan Toyota Indonesia Positif Terinfeksi Corona

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 14 Mei 2020 19:21
Dua Karyawan Toyota Indonesia Positif Terinfeksi Corona
Satu karyawan ini bekerja di pabrik Karawang dan satu lagi di Sunter, Jakarta Utara.

Dream – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengkonfirmasi dua karyawannya positif terinfeksi virus corona. Satu karyawan ini bekerja di pabrik Karawang dan satu lagi di Sunter, Jakarta Utara.

Karyawan yang bekerja di pabrik ini didiagnosis positif Covid-19 pada 12 Mei 2020, setelah menjalani swab test. Dia bekerja sebagai operator di Pabrik Karawang TMMIN, Jawa Barat.

Sementara yang satu lagi berkantor di TMMIN Sunter, Jakarta Utara. Karyawan Sunter ini melaksanakan work from home (WFH) dari rumah selama dua minggu dan tidak beraktivitas di kantor.

Dikutip dari laman TMMIN, Kamis 14 Mei 2020, perusahaan otomotif ini segera melakukan penanganan secara menyeluruh terhadap dua karyawan ini. Karyawan tersebut telah diisolasi dan menerima penanganan medis.

" Sesuai prosedur dan sebagai pencegahan, kami telah melaksanakan protokol kesehatan seperti deep cleaning, trace & test, serta protokol kesehatan lainnya," tulis perusahaan.

TMMIN memastikan semua aktivitas manufaktur dan penjualan tidak terdampak dengan dugaan dan diagnosis Covid-19. Pihaknya menjamin keamananan seluruh produk dan jasa layanan Toyota.

“ Kami terus melaksanakan aktivitas pencegahan penyebaran dan infeksi COVID-19 di setiap tahap produksi dan penjualan mobil Toyota Indonesia bahkan hingga ke pelanggan melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujar perusahaan.

1 dari 4 halaman

Jutaan Rokok Terpapar karena Pabrik Jadi Klaster Baru Covid-19, Ini Faktanya

Dream - Beredar di sosial media kabar jutaan rokok Sampoerna telah terpapar virus corona covid-19 karena ada pekerja pabriknya yang telah positif terinfeksi.

Berita ini diunggah oleh akun Facebook Hansen Latuconsina, pada 30 April 2020.

Berikut narasinya:

" Jutaan Produksi Rokok Yang Terpapar Covid-19 Beredar Luas Di Masyarakat

Setelah sebelumnya 3 pabrik rokok besar terpapar Virus Corona, kini pabrik rokok Sampoerna terinfeksi Covid-19.

Ambisi China untuk menebar Covid-19 di Indonesia dilakukan dengan segala cara.Bukan hanya dari masuknya jutaan WNA China, namun berbagai produk yang berasal dari pabrik-pabrik milik Konglomerasi China pun menjadi sarana penebar senjata biologis mematikan tersebut.Sumber : Komunitas Intelijen

https://www.suarasurabaya.net/…/kompleks-pabrik-sampoerna…/…

Forbes : Konglomerat terkaya adalah pemilik usaha rokok:https://bisnis.tempo.co/…/3-konglomerat-terkaya-di-indonesi…"

Benarkah jutaan rokok Sampoerna terpapar virus corona baru (COVID-19) beredar di masyarakat? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim jutaan rokok Sampoerna terpapar virus corona baru (Covid-19) beredar di masyarakat, dengan mengunjungi tautan artikel yang tercantum dalam klaim.

Tautan tersebut merupakan artikel berjudul " Kompleks Pabrik Sampoerna Terinfeksi Covid-19 Ditutup, 500 Karyawan Diliburkan" yang dimuat situs suarasurabaya.net, pada 29 April 2020.

Berikut isinya:

Salah satu kompleks Pabrik PT HM Sampoerna Tbk di kawasan Rungkut, Surabaya, ditutup setelah dua orang karyawan meninggal terjangkit Covid-19. Kurang lebih 500 karyawan diliburkan.

Joni Wahyuhadi Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Jatim menyebutkan hasil koordinasinya dengan pimpinan PT Sampoerna, di Gedung Negara Grahadi, Rabu (29/4/2020) malam.

“ Tracing sedang berjalan. Kira-kira ada 500 orang di Pabrik itu (yang berpotensi tertular). Manajemen sudah menutup sementara kompleks itu. Ya, karyawannya juga diliburkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Dokter Joni membenarkan ada dua orang karyawan PT HM Sampoerna Tbk Rungkut meninggal pada 18 April lalu. Keduanya, berdasarkan hasil tes PCR, terjangkit Covid-19.

Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim menindaklanjuti temuan itu dan sudah menetapkan sembilan orang karyawan di kompleks pabrik itu sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

“ Sembilan orang ini sudah menjalani perawatan di rumah sakit,” katanya.

Saat itu juga, tenaga medis mengambil sampel swab terhadap 163 orang karyawan lainnya untuk diperiksa dengan metode PCR di laboratorium. Hasilnya diperkirakan keluar satu dua hari mendatang.

Tim tracing juga sudah menjalankan rapid test (tes cepat Covid-19) terhadap 323 orang karyawan lain di pabrik itu. Hasilnya, 100 orang di antaranya reaktif atau positif rapid test.

“ Tadi malam (Selasa 28 April) jumlah yang dilaporkan 63 orang yang positif rapid test, sore ini (Rabu) ada tambahan menjadi 100 orang. Semuanya sudah diisolasi di hotel yang disediakan perusahaan,” ujarnya.

Belum diketahui dari mana dua orang karyawan PT HM Sampoerna Tbk yang meninggal itu tertular virus SARS CoV-2. “ Ini sedang di-tracing lebih lanjut,” kata Joni.

Dalam artikel tersebut, tidak ada kalimat yang menyatakan jutaan rokok Sampoerna telah terpapar COVID-19 beredar di masyarakat.

3 dari 4 halaman

Klarifikasi Pihak Sampoerna

Cek Fakta Liputan6.com kemudian meminta konfirmasi ke pihak PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna).

Direktur, PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita menyatakan, Sampoerna telah melakukan karantina produk selama lima hari sebelum akhirnya didistribusikan ke konsumen dewasa.

Karantina tersebut dua hari lebih lama dari batas atas stabilitas lingkungan COVID-19 yang disarankan oleh European Centre for Disease Prevention and Control (European CDC) dan World Health Organization (WHO). Yaitu, COVID-19 dapat bertahan selama 72 jam pada permukaan plastik dan stainless steel, kurang dari 4 jam pada tembaga dan kurang dari 24 jam pada kardus.

" Selain mematuhi semua peraturan yang berlaku dan menjalankan protokol kesehatan, Sampoerna telah memastikan bahwa kualitas produk merupakan prioritas perusahaan," kata Elvira saat berbincang dengan Liputan6.com.

Menurutnya, sejak pemerintah melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di pertengahan bulan Maret 2020, Sampoerna telah melakukan berbagai upaya yang sesuai dengan anjuran Pemerintah Indonesia dan WHO.

Beberapa langkah yang diambil dan dilakukan bagi karyawan produksi sebagai berikut:

Membatasi akses ke fasilitas produksi, melakukan pengecekan suhu temperatur tubuh ketika memasuki area kantor produksi, meningkatkan protokol tindakan kebersihan dan sanitasi, menyediakan masker dan hand-sanitizer.

Memberikan informasi yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri, menerapkan physical-distancing di seluruh area dan fasilitas produksi seperti kantin, tempat beribadah, serta area berkumpul lainnya.

" Hal ini juga diterapkan di alat transportasi karyawan yang disediakan oleh perusahaan," tutupnya.

4 dari 4 halaman

Kesimpulan

Klaim jutaan rokok Sampoerna terpapar Covid-19 beredar di masyarakat tidaklah terbukti. Sampoerna telah melakukan karantina produk selama lima hari sebelum akhirnya didistribusikan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Artikel yang dicantumkan pada klaim juga tidak menyebutkan jutaan rokok Sampoerna terpapar Covid-19 beredar di masyarakat.

Sumber: Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono

Beri Komentar