Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Mengkonsumsi vitamin sangat baik untuk menjaga daya tahan dan mendukung pertumbuhan. Namun pastikan anda telah mengkonsumsinya sesuai dengan dosis yang dibutuhkan tubuh.
Setidaknya ada dua jenis vitamin, yakni vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air. Vitamin yang larut dalam lemak anak disimpan dalam jaringan lemak tubuh. Sementara vitamin yang larut dalam air tidak disimpan dalam tubuh untuk waktu lama, melainkan akan dikeluarkan melalui urin.
Ada beberapa jenis vitamin yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat memberikan pengaruh buruk bagi fungsi sejumlah organ tubuh. Boldsky melansir ada beberapa jenis vitamin yang justru dapat membahayakan jika dikonsumsi dalam dosis yang terlalu banyak.
Vitamin C
Fungsinya untuk menjaga sistem kekebalan tubuh ternyata justru dapat membahayakan jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Mual, diare, batu ginjal hingga kram perut merupakan efek samping mengkonsumsi vitamin C terlalu banyak.
Vitamin B
Vitamin B merupakan salah satu vitamin yang larut dalam air, namun jika terlalu banyak mengkonsumsinya justru dapat memicu masalah saraf.
Vitamin A dan D
Kedua vitamin ini larut dalam lemak, jadi jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi justru akan membahayakan kesehatan. Tingginya kadar vitamin A dapat membuat seorang bayi terlahir dengan kondisi cacat. Sementara konsumsi vitamin D hingga kini masih menjadi kontroversi, karena kadarnya tidak dapat ditentukan secara umum tergantung pada kondisi masing-masing.
Vitamin E dan K
Terlalu banyak mengkonsumsi vitamin E dapat meningkatkan resiko perdarahan. Sementara konsumsi vitamin K terlalu banyak justru dapat mengurangi proses obat pengencer darah. Sebagai pengaruhnya, proses pembekuan darah akan terjadi secara abnormal. Orang yang sedang menjalankan program diet dan mengkonsumsi kedua jenis vitamin ini justru dapat mengakibatkan penumpukan racun. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya