Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penggunaan Masker (Foto: Shutterstock)
Dream - Penularan virus corona 2019-Ncov, diketahui melalui cairan tubuh seperti bersin dan air liur. Masker pun jadi 'senjata' andalan warga China untuk melindungi diri paparan virus yang sudah merenggut nyawa 81 orang tersebut.
Seberapa efektikah penggunaan masker untuk mencegah corona? Pakar kesehatan mengatakan bahwa bagi kebanyakan orang, masker wajah tidak akan efektif bila tidak dibarengi dengan tindakan sehari-hari seperti mencuci tangan dan menghindari kontak dekat dengan siapa pun yang mungkin terinfeksi virus corona.
Dari sekian banyak langkah pencegahan yang dapat diambil untuk melindungi diri dari wabah virus corona yang berkembang, mengenakan masker wajah adalah salah satu yang paling terlihat. Tetapi, para ahli kesehatan tidak yakin itu akan banyak membantu.
" Tidak mungkin terlalu efektif dalam mencegahnya," kata ilmuwan di Johns Hopkins Center for Health Security Eric Toner, dikutip dari Bussiner Insider.
Sejak wabah virus korona pada 31 Desember, data terbaru yang dikutip China Daily menunjukkan, ada lebih dari 2.700 orang telah terinfeksi dan 81 orang telah meninggal.

Menurut CDC, tindakan pencegahan terbaik adalah dengan sering mencuci tangan, berusaha untuk tidak menyentuh wajah, dan menghindari kontak dekat dengan orang sakit.
Masker wajah dapat menurunkan risiko seseorang terinfeksi virus corona melalui air liur atau dahak. CDC merekomendasikan agar dokter dan perawat yang merawat pasien yang berpotensi terinfeksi juga memakai masker dan kacamata.

Masker wajah dirancang untuk menangkap kontaminasi dan partikel besar, termasuk yang mungkin membawa patogen seperti virus corona seperti masker bedah dan respirator N95.
Respirator N95 menyaring sebagian besar partikel udara di sekitarnya. Jenis masker ini sering digunakan ketika kualitas udara buruk karena asap atau polusi, dan dirancang untuk dipasang dengan ketat.
Sedangkan masker bedah dirancang untuk menjaga agar tetesan atau percikan partikel besar tidak berpindah dari mulut seseorang ke permukaan atau orang-orang terdekat. Masker ini dimaksudkan untuk menjaga penyedia layanan kesehatan dari penyebaran kuman yang ditularkan melalui mulut kepada pasien.
Untuk negara lain yang belum terjangkit corona, menurut co-direktur University of Washington dr. Peter Rabinowitz, pencegahan penyakit bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri.
Sedangkan anjuran penggunaan masker berbeda dengan anjuran di Wuhan, Cina. Di sana, pihak berwenang mendesak semua warga negara untuk mengenakan masker wajah di tempat umum, untuk menghindari tertularnya virus corona.
Penulis: Lorenza Ferary/ Sumber: Liputan6.com
Dream - Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anung Sugihantono, memastikan akan terus memantau para pasien yang sebelumnya diduga terpapar virus corona. Hingga pemeriksaan kemarin, ke-13 pasien tersebut tak terbukti terjangkit virus corona.
" Kita mendapat sekarang 13 (pasien) dan hasilnya negatif. Dua masih sedang dilakukan pemeriksaan dan mudah-mudahan sudah ada (hasil laboratorium)," ujar Anung di Kemenkes, Jakarta, Senin 27 Januari 2020.
Anung menjelaskan masa inkubasi virus Corona terjadi selama 1-14 hari. Selama masa inkubasi, pasien akan diperiksa secara intensif di laboratorium.
Apabila pasien sudah masuk ruang isolasi, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Anung, pasien yang mendapat perawata di ruang isolasi belum bisa disebut sebagai penderita virus Corona.
" Pertama, itu tahapannya people under ovservation. Kalau suspect dilakukan laboratorium ditemukan virus Corona disebut confirm," ucap dia.
Anung berharap, virus Corona yang saat ini menjadi perhatian dunia tidak masuk ke Indonesia. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga hidup sehat.
" Imun tubuhlah yang akan melawan (virus)," kata dia.(Sah)
Dream - Meski penyerabaran virus Corona semakin mengkhawatirkan, Indonesia belum meneluarkan larangan berkunjung untuk warga China, baik untuk kegiatan bisnis maupun wisata. Apalagi, seluruh bandara diklaim siap mengantisipasi penyebaran virus mematikan tersebut.
“ Ini negara lain juga welcome. Kita juga harus welcome dan santun,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dikutip dari Merdeka.com.
Pemerintah Indonesia juga tidak melarang penerbangan ke seluruh wilayah China. Saat ini, Kemenhub baru melarang penerbangan dari dan ke Wuhan, wilayah di Negeri Tirai Bambu yang menjadi pusat penyebaran virus Corona.
" Memang menutup hanya Wuhan saja (terkait virus corona). Ke kota-kota lain kita tetap melakukan penerbangan," tambah Budi Karya.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa maskapai Indonesia untuk sementara waktu tidak akan melakukan penerbangan ke Kota Wuhan. Ini diberlakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya wabah virus pneumonia melalui jalur penerbangan.
Wabah virus Corona penyebab pneumonia dipastikan mampu menular dari manusia ke manusia. Hal ini diungkap oleh ilmuwan asal China yang tengah melakukan penelitian tersebut.
Larangan ini disampaikan menindaklanjuti NOTAM G0108/20 yang diterbitkan oleh International Notam Office Beijing. Saat ini, ada dua maskapai penerbangan nasional yang memiliki rute penerbangan ke Kota Wuhan, yakni Sriwijaya Air dan Lion Air.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti, mengatakan, pihaknya akan melakukan antisipasi penyebaran virus pneumonia melalui jalur penerbangan.
" Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktifitas penerbangan," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya