6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Arya Permana Bersama Ade Rai Dan Adrian Maulana (Foto: Instagram Adrian Maulana)
Dream - Nama Arya Permana sempat jadi perbincangan pada 2016 lalu, karena berat badannya yang mencapai 193 kg. Ia sampai harus berhenti sekolah dan hanya di rumah karena tak bisa bergerak.
Tubuhnya yang terlalu berat membuatnya hanya bisa duduk. Untuk ke kamar mandi, ia harus menyeret tubuhnya.
Kini di 2020, kabar gembira datang darinya karena berhasil menurunkan berat badan. Sebanyak 110 kg 'dihilangkannya' dan kini berat Arya tinggal 83 kg.
Dulu, Arya bisa makan lima kali dalam sehari. Dirinya selalu kelaparan lelah dan terengah-engah. Kondisi obesitas yang cukup parah, membuat dirinya harus mendapat perawatan medis pada 2017.
Sederet usaha dilakukan untuk menurunkan berat badannya. Mulai dari operasi lambung hingga mengikuti saran para ahli diet dengan tidak mengonsumsi makanan dan minuman manis. Sejak saat itulah Arya mulai rajin hidup sehat.
Arya dibantu binaragawan, Ade Rai untuk melakukan beberapa latihan. Viralnya keberhasilan Arya menurunkan berat badan mungkin bisa jadi motivasi bagi banyak orang yang juga ingin lebih sehat.

Ternyata ada empat hal yang jadi dasar keberhasilan Arya melawan obesita. Berikut rangkumannya seperti dikutip dari Liputan6.com.
Keberhasilan Arya menurunkan berat badan hingga 110 kg karena niat yang kuat untuk menahan diri mengonsumsi makanan yang mengandung gula. Tak hanya gula, Arya juga menghindari makanan yang berminyak. Seperti diketahui, makan makanan yang mengandung gula dan berminyak secara berlebihan memang tidak baik bagi tubuh.

" Dikasih nasihat kurangin gula sama minyak doang," ujar Arya Permana.
Bagi Arya, keadaannya sekarang sangat memudahkannya untuk bergerak. Tidak seperti pada 2016, yang membuatnya sangat susah bergerak dan sering merasa capek.

Ia pun tak ragu untuk membagikan rahasianya berhasil turunkan berat badan secara drastis. Arya mengungkapkan ia memahami cara diet yang sehat dengan tidak terlalu memaksakan dan menekan tubuh untuk melakukan diet.
" Itu diet, dietnya juga diet yang enggak terlalu diteken gitu, cuma makan ayam yang enggak boleh di goreng gitu," ungkap Aria.
Keberhasilan Arya menurunkan berat badan secara drastis ini juga dikomentari oleh sang ayah, Ade Somantri.
Ade menerangkan bahwa Arya memang tidak lagi mengonsumsi mi instan dan minuman ringan yang menjadi kesukaan Arya sejak usia 8-9 tahun. Arya begitu menjaga pola makanannya sehingga berhasil menurunkan hingga 110 kg.
" Pola makan selalu dijaga sejak pertama penanganan medis," ujar Ade Somantri
Ayah Arya Permana mengungkapkan satu rahasia lagi mengapa anaknya bisa menurunkan berat badan secara drastis. Ia mengungkapkan bahwa Arya selalu mengikuti bimbingan treatment kesehatan dari Ade Rai.

" Arya selalu mengikuti bimbingan treatment kesehatan dari Ade Rai," ujar Ade.
Ade Rai juga mengungkap keberhasilan Arya karena kemauan Arya sendiri untuk menjaga pola perilaku. Bagi Ade, pola perilaku sehari-hari sangat penting untuk memperbaiki kondisi tubuh.
Laporan Putra Marenda/ Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
