Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Virus corona dari provinsi Wuhan, China membuat panik sejumlah negara termasuk Indonesia. Pada hari Kamis 23 Januari 2020, sempat beredar kabar kalau ada pegawai dari China yang datang ke Indonesia dan mengalami flu.
Ia dicurigai terkena virus corona. Untung saja hal tersebut tak terbukti. Setelah diperiksa intensif di rumah sakit, pegawai tersebut hanya menderita radang tenggorokan.
Perlu diketahui virus corona yang menyebar dari China dan mengakibatkan 17 orang tewas, merupakan virus corona jenis baru yaitu 2019-nCoV. Virus tersebut membuat kota Wuhan saat ini dikarantina agar virus tak menyebar.
Tak boleh ada warganya yang keluar. Akses masuk ke kawasan tersebut juga ditutup. Pasalnya sudah ada 300 orang yang diketahui tertular virus Corona.
Bagi mereka yang baru saja melakukan perjalanan ke China atau negara yang diketahui sudah terpapar corona, harus sangat waspada. Virus corona ini menyebabkan gejala yang sangat mirip dengan flu ringan.

Gejalanya, seperti dikutip dari WebMD, antara lain hidung berair, batuk, nyeri tenggorokan dan kadang disertai demam hingga 38 derajat celcius. Untuk mengetahui apakah seseorang terpapar virus 2019-nCoV atau bukan dibutuhkan pemeriksaan laboratorium. Bisa berupa pemeriksaan air liur dan darah.
Virus corona tersebut sebenarnya bisa dilawan dengan sistem imun alami tubuh, jika dalam kondisi baik. Hal yang membahayakan adalah jika virus tersebut menyebar ke saluran pernapasan bagian bawah yaitu tenggorokan dan paru-paru.
Dapat menyebabkan pneumonia, terutama pada orang lanjut usia, orang dengan penyakit jantung, atau orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Komplikasi parah juga bisa terjadi jika pengobatan terlambat, yaitu gagalnya fungsi ginjal.

Sebelumnya virus corona juga membuat heboh pada 2012 lalu di Arab Saudi, yaitu menyebabkan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Ini merupakan penyakit pernapasan akibat coronavirus jenis MERS-CoV yang pertama kali diidentifikasi di Arab Saudi.
Lalu pada 2002, di provinsi Guangdong, China muncul kasus penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang merupakan infeksi paru. Penyakit tersebut juga disebabkan oleh virus corona.
Dream - Sebaran penyakit misterius di Wuhan, China membuat banyak negara waspada. Virus ini membuat penderitanya mengalami infeksi yang mirip pneumonia. Pada 16 Januari 2020 dilaporkan ada dua orang penduduk Wuhan meninggal karena virus tersebut.

Sementara ada lima orang yang sampai memasuki tahap kritis. Awalnya, tim medis setempat tak mengetahui secara jelas pemicu utama penyakit yang menulari banyak orang tersebut.
Setelah diteliti ternyata penyakit pneumonia atau sesak napas disebabkan oleh virus corona. Virus ini dianggap berbahaya karena sudah menyebabkan kematian, menjangkiti banyak orang dan tersebar di Thailand dan Jepang.
Berbagai negara, termasuk Indonesia akhirnya mengeluarkan peringatan terkait penularan virus pada warganya yang melakukan perjalanan ke negara-negara yang diketahui terpapar virus corona. Virus tersebut dianggap berbahaya dan sangat menular.
Dikutip dari KlikDokter, menurut dr. Devia Irine Putri, virus ini sebenarnya masih satu keluarga dengan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).
Kata corona pada virus tersebut berasal dari bahasa Latin yang berarti mahkota. Dinamakan corona sesuai dengan bentuk virus tersebut yang jika dilihat menggunakan mikroskop tampak seperti mahkota.

Virus corona pertama kali diisolasi pada 1965. Virus ini diambil dari cairan hidung seorang anak dengan gejala pilek. Biasanya, pilek disebabkan Rhinovirus atau virus influenza. Sayangnya, sampai saat ini dokter masih sulit untuk membedakan antara gejala infeksi rhinovirus, virus influenza, dan coronavirus.
" Coronavirus ini menyerang ke pernapasan. Jadi penyakit ini seperti flu tapi versi yang parahnya kalau bisa dibilang," kata dr. Devia Irine Putri.
Awalnya, virus corona itu ditularkan dari binatang ke manusia.ke orang. Biasanya binatang yang dimaksud adalah dari kucing. Namun, diketahui kalau virus corona saat ini mulai menular dari manusia ke manusia.

Terkait gejalanya, corona virus menyerupai flu biasa, seperti demam, batuk. Hanya saja, virus ini biasanya menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas. Jika kondisinya sudah parah bisa menyebabkan pneumonia, infeksi di paru-paru hingga kematian.
" Karena mirip flu biasa, penyakit ini sangat berbahaya. Kita biasanya tidak tahu terkena corona atau tidak. Kalau benar-benar terkena, harus segera diisolasi karena takutnya terjadi penyebaran," pesan dr. Devia.
Untuk mencegahnya, hindari pergi ke negara yang sedang terpapar virus. Pastikan cuci tangan, jaga kebersihan, dan gunakan masker.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya