Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Derita Penyakit Langka, Ashley Kurpiel Jadi Seperti Patung. (Foto: Mirror Online)
Dream - Seorang wanita 37 tahun menderita penyakit langka bernama Fibrodysplasia ossificans progressiva (FOP). Penyakit ini membuatnya tampak seperti patung hidup.
Penyakit FOP menyebabkannya tidak bisa melakukan sendiri gerakan apa pun seperti mengenakan pakaian, menyisir rambut, dan makan.
Ashley Kurpiel, dari Georgia, Amerika Serikat, telah didiagnosis menderita FOP sejak kecil. Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan pada bagian otot yang berubah jadi tulang. Hal ini yang membuat Ashley tak bisa bergerak.
Sepanjang hari, Ashley akan menghabiskan waktu di tempat tidur dan kursi rodanya sendiri. Merupakan hal yang sangat sulit Ashley untuk menjalani hidupnya.
Masalahnya, semua gerakannya terbatas, dan dia benar-benar membutuhkan bantuan orang-orang di sekitarnya.
Kondisi Ashley semakin sulit setelah lengan kanannya diamputasi ketika dia baru berusia tiga tahun.
Saat itu dokter melakukan kesalahan diagnosis karena mengira ada benjolan di lehernya.
Ibunya, Carol Kurpiel, yang selama ini banyak membantu dan mengurus Ashley dalam menjalani aktivitasnya.
Wanita berusia 73 tahun itu juga yang selalu memberikan semangat dan dukungan emosi agar Ashley tetap optimis.
Menurut Carol, putrinya itu harus didampingi selama 24 jam agar bisa mengurus dirinya.
Ashley sendiri sebenarnya sadar bahwa dia telah menjadi beban bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
Namun keluarganya bertekad akan terus mendampingi Ashley dalam kondisi dan waktu kapanpun.
" Ashley telah menerima kondisinya selama bertahun-tahun dengan sangat baik. Kami sangat bangga padanya," ujar Carol, ibunya.
Sumber: Siakapkeli.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya