Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Shutterstock)
Dream - Kesehatan ginjal kerap diabaikan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Kesadaran untuk mengonsumsi air putih 8 gelas per hari, masih sangat rendah.
Mengutip data yang dikeluarkan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), gagal ginjal menjadi penyebab kematian ke-8 tertinggi pada perempuan. Setiap tahun 600 ribu kematian dipicu karena penyakit ini.
Meski gagal ginjal dipicu penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas, bukan berarti tak mengancam. Apaagi buat perempuan. Ginjal kronik ternyata lebih berisiko karena berhubungan dengan rahim dan kehamilan.

Ginjal kronik pada perempuan diperparah dengan kurangnya kegiatan dialisis. Biasanya disebabkan proses penyakit yang lebih lambat, rendahnya kesadaran tentang penyakit tersebut, dan belum meratanya akses kesehatan.
" Perawatan kesehatan perempuan lebih sedikit daripada laki-laki karena asuransi sering diberikan untuk kepala keluarga saja, tidak untuk keluarganya," ungkap Aida Lydia, Ketua Pengurus Besar PERNEFRI di Hotel Artotel, Jakarta Pusat, pada Rabu, 7 Maret 2018.

" Tingginya kejadian infeksi saluran kemih pada perempuan akibat struktur anatomi saluran kemih perempuan yang lebih pendek dari laki-laki. Tingginya kejadian kanker serviks (leher rahim), salah satu penyakit penyebab kematian tiap jam, juga mengakibatkan gangguan fungsi ginjal," jelas Iris Rengganis, Ketua Divisi Alergi Imunologi.
Selain itu, selama ini perempuan masih lebih banyak menjadi pendonor daripada melakukan perawatan ginjal maupun dialisis. Serta tak didukung denngan Unit Dialisis, yang mayoritas berada di Indonesia bagian barat.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya