Tenun Flight Didiet Maulana untuk Garuda Indonesia

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Selasa, 15 Oktober 2019 11:02
Tenun Flight Didiet Maulana untuk Garuda Indonesia
Setelah kebaya, kini giliran kain tenun melayang di udara.

Dream - Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan seragam tematik teranyar untuk awak kabin penerbangan spesial bertajuk 'Tenun Flight'.

Keindahan seragam awak kabin tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan IKAT Indonesia karya desainer muda Indonesia, Didiet Maulana yang mengusung tema 'Puspa Nusantara'.

Seragam hadirkan dalam motif tenun bercorak floral dengan sentuhan budaya Peranakan dan Bali.

 Garuda Indonesia

Foto: Dok. Garuda Indonesia

“ Seragam dipadukan dengan senteng atau kain yang mengikat untuk menutupi pinggang yang biasanya dikenakan sebagai pelengkap pada busana adat Bali, sedangkan desain dari lengan seragam awak kabin perempuan tersebut terinspirasi dari sayap burung Garuda," ujar Didiet lewat rilis yang diterima Dream, Selasa 15 Oktober 2019.

Sedangkan untuk awak kabin pria, konsep seragam terinspirasi dari busana tradisional pria yaitu beskap yang dipadukan dengan scarves pada leher pria yang terinspirasi dari cravat.

1 dari 5 halaman

Karya Lokal

Dalam proses pembuatannya, Didiet memakai kain tenun karya pengrajin lokal Nusantara. Seragam ini dihadirkan sebagai penerus seragam 'Kebaya Pertiwi' yang mendapat animo cukup besar beberapa waktu lalu.

“ Kain ini merupakan karya para pengrajin lokal yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia seperti Bali, Jogja dan lainnya, yang tentunya kami harapkan dapat semakin membuka kesempatan pengrajin tenun lokal untuk mengaktualisasikan karya mereka untuk sejajar dengan produk unggulan budaya nasional lainnya yang sudah terlebih dahulu populer," ujar Ari Askhara, Direktur Utama Garuda Indonesia.

 Garuda Indonesia

Foto: Dok. Garuda Indonesia

Adapun rangkaian penerbangan khusus “ Tenun Flight” akan hadir secara berkala selama Oktober dengan tujuan ke berbagai kota di Indonesia dan rute internasional, yakni Jakarta - Denpasar, Denpasar - Jakarta, Makassar - Jakarta, Jakarta - Yogyakarta, dan Jakarta - Singapura pada nomor penerbangan tertentu.

2 dari 5 halaman

Sentuhan Anne Avantie di Seragam Baru Pramugari Garuda

Dream – Desainer Indonesia Anne Avantie kembali unjuk bakat. Kali ini ia menerbangkan kebaya tradisional ke angkasa di layanan Garuda Indonesia yang bertajuk Kebaya Pertiwi Special Flight.

Layanan penerbangan spesial dengan rute Jakarta-Semarang memakai pesawat GA 238 ini, merupakan bentuk apresiasi sekaligus upaya memperkenalkan keindahan ragam kebaya Indonesia.

 

  Kebaya pramugari Garuda karya Anne Avantie (1)

Para pramugari mengudara dengan memakai pakaian seragam yang berbeda dari biasanya, yaitu Kebaya Pertiwi persembahan desainer ternama Anne Avantie.

" Kebaya lebih dari sekadar pakaian wanita Indonesia, kebaya mengandung pesan akan kekayaan dan keunggulan budaya dan kearifan lokal Indonesia yang sudah mendunia," kata Ari Askhara, Direktur Utama Garuda Indonesia lewat keterangan rilis yang diterima Dream, Rabu 3 Juli 2019.

Setibanya di Semarang, seluruh penumpang GA 238 disambut langsung oleh Anne Avantie dengan memberikan selendang batik spesial dari Avantie Handycraft dan melakukan sesi foto bersama.

3 dari 5 halaman

Kebaya Mengandung Filosofi Wanita

Kebaya Pertiwi hadir dengan filosofi mengenai feminitas wanita, khususnya para pramugari yang dengan senantiasa melayani penumpang. Kali ini Anne bermain dengn motif ceplok sekar wangi khas Trenggalek.

" Melalui siluet kebaya berkerah Kartini sebagai wujud emansipasi wanita, serta pemilihan motif ceplok sekar wangi yang memiliki warna lembut adalah simbol dari kelembutan dan keanggunan para pramugari dalam memberikan pelayanan ke seluruh penumpang Garuda Indonesia," ujar Anne Avantie.

 

  Kebaya pramugari Garuda karya Anne Avantie (2)

 

Kebaya dihadirkan dengan warna lembut bernuansa pastel lavender yang dipadu dengan kain jarik ungu serta rok batik berwarna cokelat. Pramugari terlihat lebih elegan dengan pilihan makeup soft serta riasan rambut updo.

Sebelumnya, Garuda Indonesia juga telah mengeluarkan layanan unik di penerbangan, seperti konser musik akustik di pesawat #GIAccoustic, sajian ragam makanan khas Indonesia Signature Dish, perayaan hari Kartini dengan Male Flight dan penerbangan bernuansa tempo dulu Vintage Flight.

4 dari 5 halaman

Kebaya Sulawesi Tenggara Melenggang di Moskow

Dream - Festival Indonesia Moskow keempat telah berlangsung di Taman Krasnaya Presnya, Rusia pada 2-4 Agustus 2019. Acara digelar sebagai upaya memperkenalkan seni dan kuliner Nusantara di Negeri Beruang Putih.

Pada kesempatan tersebut, desainer Ferry Sunarto kembali membawa eksplorasi kain tradisional yang dituangkan dalam kecantikan kebaya modern.

  Ferry Sunarto

Foto: Dok. Ferry Sunarto

Cuaca Moskow yang sempat mendung tak menghalangi para model berlenggak-lenggok menyeberangi jembatan di atas danau untuk menampilkan 30 koleksi bertajuk De’Posuo.

De’Posuo merupakan tradisi Sulawesi Tenggara untuk memingit anak gadis yang beranjak dewasa selama 8 hari 8 malam demi menjaga kesucian gadis tersebut.

Ide dituangkan dalam koleksi pret-a-porter yang lebih ringan dan cheerful lalu ditutup dengan koleksi couture yang chic dan sophisticated.

  Ferry Sunarto

Foto: Dok. Ferry Sunarto

5 dari 5 halaman

Kreasi Tekstil Sulawesi Tenggara

Dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Ferry Sunarto memadukan kain tenun Massali dengan bahan organdi, tille dan shantung. Delapan koleksi pertama didominasi dengan warna vanilla, butter yellow dan oranye muda.

  Ferry Sunarto

Foto: Dok. Ferry Sunarto

Salah satu yang mencuri perhatian adalah dress selutut dengan detail tenun Massali di pinggang serta ruffles pada bahu. Busana dilengkapi dengan dengan kebaya sebagai outer.

Koleksi berikutnya diwarnai dengan nuansa cerah dari mint green dan dusty pink. Sebagai pamungkas, Ferry meluncurkan gaun berwarna lavender dari tile yang dilapisi dengan celana pensil berwarna senada dan tudung veil.

  Ferry Sunarto

Foto: Dok. Ferry Sunarto

Ferry turut menggandeng desainer Rinaldy A. Yunardi untuk melengkapi busana dengan aksesori menawan.

Bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, kain Sulawesi Tenggara dipilih sebagai nafas baru yang dapat diterima di pasar fashion Eropa timur khususnya Rusia.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik