Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Android (Shutterstock.com)
Dream - Sahabat Dream, jangan sembarangan menginstal aplikasi di ponsel Android kalian. Bila tidak hati-hati, bisa berbahaya.
Google selama ini kerap menghapus aplikasi-aplikasi berbahaya di Google Play Store. Tujuannya ya melindungi pengguna Android dari aplikasi-aplikasi jahat tersebut.
Memang, dengan berkembangnya teknologi smartphone, kini semakin banyak pengembang aplikasi jahat yang ingin mengeruk keuntungan dari pengguna ponsel. Banyak maleware yang menarget pengguna Android.
Menurut Liputan6.com, laporan terbaru menunjukkan setidaknya ada 19 aplikasi jahat yang diblikir Google. Yang lebih mengejutkan lagi, aplikasi-aplikasi jahat itu sudah diunduh jutaan kali.
Sebanyak 19 aplikasi jahat itu terungkap oleh White Ops Satori Thread Intelligence and Research, yang menemukan aplikasi-aplikasi itu mampu mengisi perangkat dengan iklan yang tak diinginkan pengguna.
Jelas sudah bahwa aplikasi-aplikasi itu telah disisipi adware, yang kemudian mengambil alih perangkat begitu smartphone dalam kondisi tak terkunci atau sedang diisi daya.
Adware itu bahkan bisa beraksi meskipun aplikasi yang terinfeksi tidak dibuka oleh pengguna Android.
Sejumlah aplikasi bahkan bisa bersembunyi dari pengguna dengan cara menghilang ketika telah diunduh.
Trik itu kerap dipakai oleh peretas, sehingga makin susah untuk menemukan dan menghapus aplikasi jahat di perangkat ponsel.
Menurut Tim White Ops, mereka mengidentifikasi aplikasi tersebut berbahaya segera setelah mengidentifikasi trafik iklan yang sangat tinggi.
Aplikasi-aplikasi yang diinvestigasi ini juga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Parahnya, secara total aplikasi ini sudah diunduh sebanyak 3,5 juta kali.
Mayoritas aplikasi banyak memakai kata " blur" sebagai nama aplikasi. Kebanyakan dari aplikasi ini mengaku sebagai aplikasi editor foto yang memiliki kemampuan untuk mengeblurkan foto.
Begitu mendapatkan informasi tentang aplikasi berbahaya ini, pihak Google langsung menghapusnya dari Play Store.
Google juga mengajak para pengguna untuk segera menghapus aplikasi-aplikasi jahat itu dari perangkatnya
Berikut adalah daftar aplikasi jahatnya:
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya