Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rektor IPB University, Prof. Arif Satria (Foto: Spesial)
Dream - Sejak 2019, IPB University memiliki resolusi mempercepat langkah menuju Socio-Techo Entrepreneurial University.
Lulusannya diharapkan menjadi technopreneur dan sosiopreneur yang berintegritas serta transformatif dengan kekuatan soft-skill millennium.
Sebagai wujud penerapan resolusi itu, IPB mengundang para alumninya yang bergelut di bidang media dan medsos dalam acara silaturahmi. Acara digelar secara offline dan online.
Untuk offline, acara digelar di di IPB International Convention Center, Botani Square, Baranangsiang, Bogor, Rabu 29 Juli 2020. Sementara peserta online bertemu secara virtual via Zoom.
Pertemuan ini di hadiri langsung Rektor IPB Prof. Arif Satria, Sekretaris IPB Dr Aceng Hidayat, dan Sekjen HA IPB, Walneg S. Jas. Hadir sejumlah alumni IPB yang berprofesi sebagai jurnalis, humas lembaga, public relations, serta influencer.
Dalam kesempatan itu, Rektor IPB menyampaikan penjelasan tentang visi IPB untuk menjadi Techno-Sociopreneurial University.
Menurut Prof. Arif, konsep ini lebih dari sekadar memadukan unsur teaching dan entrepreneurship, namun lebih jauh lagi memadukan unsur riset, inovasi dan enterpreneurship.
Di antara modal pentingnya, mengutip data dari Business Innovation Center (BIC), IPB merupakan penyumbang inovasi paling prospektif terbanyak di Indonesia dari periode tahun 2008 - 2019, yakni 501 inovasi dari total 1.226 inovasi ( 39,57%).
Untuk perwujudan Technopreneurship, IPB sudah membangun Science Techno Park (STP) yang antara lain berperan mengembangkan teknologi dan R&D hingga komersialisasi inovasi.
STP ini akan bekerja sama dengan industri untuk pengembangan bisnis dan licencing.

Selain itu, STP telah mengembangkan gerai ritel hasil kemitraan dengan para petani yang diberi nama Serambi Botani, dan kini sudah ada 15 gerai di Indonesia , plus di terminal 3 Bandara Soetta.
Sedangkan dalam praktik Socio-preneurship, IPB sudah membangun Agro-Technologi Park. Dimana program ini bertujuan menghubungakan para petani dengan supermarket modern seperti Hero, Ranch Market, Yogya, Total Buah Segar, dan sebagainya.

Dalam program Socio-preneurship ini , IPB menjalankan Young Agripreneur dan One Village One CEO (untuk memimpin BUMDes).
Selain itu, IPB juga sudah menggandeng Astra International (program Satu Indonesia) untuk mengembangkan BUMDes di berbagai kota (tahap awal di Bandung, Cianjur dan Garut), yang menghubungkan para perani dengan pasar potensial.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya