Rektor IPB Temui Jokowi, Bahas Reshuffle?

Reporter : Ismoko Widjaya
Selasa, 16 Maret 2021 15:32
Rektor IPB Temui Jokowi, Bahas Reshuffle?
Apakah pertemuan yang digelar di Istana Bogor kemarin itu membahas reshuffle kabinet?

Dream - Rektor IPB University Prof Arif Satria menemui Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Apa yang dibahas dalam pertemuan yang cuma dihadiri Jokowi, Arif Satria, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung itu?

Apakah pertemuan yang digelar di Istana Bogor, Senin 15 Maret 2021 itu membahas reshuffle kabinet?

" Sama sekali tidak membahas kabinet," ujar Arif Satria yang disampaikan dalam acara IPB dan Almamater secara virtual, Selasa 16 Maret 2021.

Menurut Arif, pertemuan dengan Presiden Jokowi sebatas menginformasikan perkembangan terkini IPB. Termasuk apa saja program-program yang sudah dan akan dilakukan IPB University.

Rektor IPB Prof Arif Satria© Rektor IPB Prof Arif Satria

" Saya berkepentingan menjelaskan kepada Presiden. Meng-update IPB. Presiden harus tahu IPB sudah ngapain saja," jelas Rektor yang juga Pakar Kebijakan Kelautan dan Perikanan ini.

Pembahasan Presiden Jokowi dan Rektor IPB pun berlangsung hangat. Dari pertemuan yang semula hanya beberapa menit, akhirnya berlangsung hampir satu jam.

" Sampai 50 menit bicara. Kami sama-sama mendiskusikan isu-isu pertanian, teknologi, pangan dan SDM pertanian," jelasnya lagi.

Presiden Jokowi, lanjut Arif, sangat senang mendapat informasi terkini terkait kemajuan IPB. Termasuk mendorong strategi pertanian masa depan.

" Minggu depan ketemu lagi. Beliau beru tahu IPB punya teknologi begitu banyak," terangnya lagi.

IPB, lanjut Arif, sudah mempersiapkan design kurikulum khusus untuk menyiapkan para calon entrepreneur atau wirausahawan. Dari mulai menjadi mahasiswa baru, talent mapping, sampai proses inkubasi. " Ini kita buat by design. Presiden senang sekali. Oh, IPB sudah siap." beber Arif.

1 dari 3 halaman

IPB Kampus Terbaik di Asia Tenggara, Peringkat 62 Dunia

IPB Kampus Terbaik di Asia Tenggara, Peringkat 62 Dunia© Dream

IPB bahkan mengalahkan sejumlah universitas mentereng di Thailand, Singapura dan Malaysia.

Dream - IPB University kembali menempati urutan teratas universitas terbaik di Asia Tenggara untuk bidang Agrikultur dan Kehutanan. Sedangkan untuk dunia, IPB menempati peringkat 62 untuk bidang yang sama.

Peringkat ini didasarkan pada daftar QS World University Ranking by Subject 2021 yang diluncurkan pada Kamis, 4 Maret 2021. Pemeringkatan ini memuat 51 bidang keilmuan yang dievaluasi dengan empat indikator yaitu academic reputation, employer reputation, citation, dan h-index.

Peringkat IPB di dunia berada di atas universitas-universitas mentereng di Asia Tenggara. Seperti Kasetsart University, Thailand di peringkat 63, Nanyang Technological Singapore di peringkat 71, dan University Putra Malaysia di peringkat 80 untuk bidang yang sama.

" Selamat, prestasi ini sungguh luar biasa. Terima kasih atas kerja keras seluruh warga IPB University sehingga kita bisa ada di posisi ini pada tahun ini," ujar Rektor IPB, Prof Arif Satria, melalui keterangan tertulis.

Dia berharap prestasi ini membuat sivitas akademika IPB terus bersemangat meningkatkan prestasi serta reputasi. Sehingga ke depan peringkat IPB terus meningkat.

"  Growth mindset kita perkuat agar terus optimis untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu," kata Arif.

2 dari 3 halaman

Lebih Tinggi Dibanding Tahun Lalu

Secara keseluruhan nilai yang diraih IPB di bidang Pertanian dan Kehutanan tahun ini 71,3 lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, 70.8.

Kenaikan ini terutama karena adanya peningkatan signifikan pada score employer reputation dari 81,3 menjadi 86,1 dan juga score citation dari 62,5 menjadi 72,0, memperlihatkan kinerja akademik dan lulusan IPB dinilai sangat baik.

Wakil Rektor bidang Internasionalisasi, Kerjasama dan Hubungan Alumni, Dodik R Nurrochmat, mengatakan, QS World University Ranking adalah salah satu sistem pemeringkatan universitas dunia. Sistem ini menjadi rujukan utama berbagai perguruan tinggi di dunia, termasuk Indonesia.

" Pada tahun ini dari sekitar 5.500 perguruan tinggi, ada 1.000 perguruan tinggi yang masuk dalam daftar pemeringkatan. Di antaranya ada delapan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari Indonesia," kata Dodik.

Prestasi lain, IPB juga mencatatkan lagi satu bidang keilmuan yang masuk dalam pemeringkatan, yaitu Ekonomi & Ekonometrika. Sehingga menjadi empat bidang keilmuan yang masuk pemeringkatan yaitu Pertanian & Kehutanan, Biologi, Ilmu Lingkungan, dan Ekonomi & Ekonometrika.

IPB menduduki peringkat ke 601-620 bidang Ilmu Biologi (Biological Science), peringkat 351-400 dalam bidang Ilmu Lingkungan (Environmental Science). Di Indonesia, IPB menjadi universitas terbaik ketiga, dengan menduduki peringkat 401-450 dalam bidang Economics and Econometrics.

3 dari 3 halaman

Cara IPB Bantu UMKM Dapatkan Sertifikat Halal

Cara IPB Bantu UMKM Dapatkan Sertifikat Halal© Dream

Undang-Undang mewajibkan pelaku usaha, termasuk UMKM, mengantongi serifikat halal untuk produknya.

Dream – Pelaku usaha, tak terkecuali pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)  wajib mensertifikasi halal produknya. Aturan ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Untuk membantu UMKM, Halal Science Center (HSC) menggelar Pelatihan Sistem Jaminan Halal HAS 23000.

Dikutip dari keterangan tertulis IPB University, Rabu 30 Desember 2020, HSC merupakan Lembaga Penelitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB. Kegiatan yang diselenggarakan itumerupakan salah satu kegiatan Dosen Mengabdi.

Pengabdian ini dilakukan oleh dosen non guru besar dan guru besar IPB kepada masyarakat untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kesejahteraan bangsa.

Bersama program Dosen Mengabdi, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen HSC untuk memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM tentang proses produk halal, termasuk juga tentang kebijakan dan regulasi sertifikasi halal terkini. Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat bisnis UMKM termasuk industri halal untuk naik kelas hingga ke taraf global.

“ HSC akan terus membina UMKM yang mengikuti pelatihan ini sampai mendapatkan sertifikat halal,” kata Sekretaris HSC IPB University, Noviyan Darmawan, di Bogor, Jawa Barat.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini meliputi Kebijakan dan Regulasi Jaminan Produk Halal, Urgensi Sertifikasi Halal bagi pelaku UMKM, dan Kriteria HAS 23000 yang disampaikan secara detail dalam pelatihan ini.

Narasumber yang hadir adalah Sedarnawati Yasri, Purwatiningsih, Mulyorini Rahayuningsih, dan Joko Hermanianto selaku anggota HSC IPB University dan Auditor LPPOM MUI. Pada pelatihan ini, peserta juga mendapatkan sesi post test sebagai salah satu indikator kelulusan peserta untuk mendapatkan sertifikat pelatihan SJH yang diakui oleh LPPOM MUI sebagai sertifikat eksternal training. Ini menjadi salah satu persyaratan sertifikasi halal produk.

Beri Komentar