5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Modifikasi virus telah berkembang pesat. Tak hanya menyerang laptop dan komputer, virus kini juga dikembangkan untuk menginfeksi ponsel.
Kaspersky Lab mulai mendeteksi virus bernama stalkerware di sistem operasi Android. Kaspersky menyebut, sebanyak 58.487 pengguna Android tanpa sadar memasang virus ini di ponsel mereka pada 2018.
Dilaporkan CNet, yang mengutip Motherboard, virus ini kerap digunakan penguntit atau pelaku kejahatan untuk memata-matai si pemilik ponsel. Virus ini akan merekam aktivitas setiap pengguna bahkan, dapat melacak langkah dan kata yang dibuat.
Stalkerware juga akan mengirimkan akses data pribadi lain, termasuk lokasi GPS, pesan teks, foto, dan percakapan melalui mikrofon.
Anehnya, virus ini dijual secara bebas. Harganya hanya ratusan dollar. Bahkan beberapa orang menjual virus ini dengan harga US$68, setara Rp963 ribu, untuk langganan per bulan.
Peneliti Cornell University, Hunter College, dan New York University menemukan, pada 2018 banyak program virus tak menandai aplikasi pengintai yang dipasarkan. Sebab, dugaan awal, aplikasi itu berguna untuk melacak anak-anak atau barang curian.
Tapi, setelah menemukan bahaya lain, Kaspersky Lab menandai aplikasi penguntit sebagai virus.
" Sebagai hasilnya, kami sekarang menandai spyware komersial dengan peringatan khusus yang memperingatkan pengguna bahaya stalkerware," kata peneliti keamanan di Kaspersky Lab, Alexey Firsh.
Sementara itu, Symantex, perusahaan antivirus Norton, juga memblokir spyware dan stalkerwarre yang berbahaya bagi piranti lunak. Salah satu jenis perlindungan yang ditawarkan dari perusahaan ini yaitu memberi peringatan ke pengguna ketika diminta mengirim informasi lokasi.
Beda lagi dengan Malwarebytes. Perusahaan anti virus itu telah memblokir stalkerware sejak 2014.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?