Iklim Indonesia Bisa Hambat Corona, Mengapa Kasusnya Makin Banyak?

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 7 April 2020 10:46
Iklim Indonesia Bisa Hambat Corona, Mengapa Kasusnya Makin Banyak?
Iklim tropis Indonesia tidak cocok untuk perkembangbiakan Covid-19.

Dream - Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menyatakan iklim tropis yang dimiliki Indonesia sebenarnya bisa menghambat perkembangbiakan virus corona.

Dia mendasarkan hal itu pada kajian analisis statistik, pemodelan matematis dan studi literatur tentang Pengaruh Cuaca dan Iklim dalam Penyebaran Covid-19. Dari kajian tersebut, didapat temuan kondisi iklim tropis dapat membuat virus tidak stabil lebih cepat.

" Sehingga penularan virus Corona dari orang ke orang melalui lingkungan iklim tropis cenderung terhambat. Akhirnya, kapasitas peningkatan kasus terinfeksi untuk menjadi pandemi juga akan terhambat," jelas Dwikorita, dikutip dari Liputan6.com.

Tetapi, mengenai jumlah kasus yang meningkat, Dwikorita meyakini hal itu terjadi akibat interaksi antara manusia. Juga pergerakan masyarakat Indonesia yang cenderung tinggi.

 

1 dari 5 halaman

Habitat Virus Covid-19

Dalam sebuah penelitian, kata Dwikorita, kondisi udara ideal untuk virus corona berkembangbiak yakni temperatur sekitar 8 sampai 10 derajat Celsius. Juga dalam kelembapan udara 60-90 persen

" Artinya, di lingkungan terbuka yang memiliki suhu dan kelembapan yang tinggi kurang ideal untuk penyebaran kasus Covid-19," kata Dwikorita.

Kondisi iklim serta geografis kepulauan di Indonesia relatif lebih rendah risikonya untuk perkembangbiakan wabah Covid-19. Indonesia yang juga terletak di sekitar garis khatulistiwa punya suhu rata-rata berkisar antara 27- 30 derajat Celcius dan kelembapan udara berkisar antara 70-95 persen

Melihat kajian literatur yang dipaparkan, Indonesia cenderung tidak ideal bagi terjadinya wabah Covid-19.

Sumber: Liputan6.com/Fitri Haryanti Harsono

2 dari 5 halaman

Pedagang Sayur Positif Corona, Keluarga Bikin Pengumuman untuk Pelanggan

Dream – Sebenarnya, di saat wabah pandemik virus corona Covid-19, tindakan individu lebih penting daripada hanya sekedar imbauan pemerintah.

Kebijakan hanya berhenti pada kebijakan jika tidak diterapkan masyarakat. Melansir dari World of Buzz, sebuah akun tweeter dengan 6,5 juta retweet mencuit, ada sebuah keluarga melakukan tes Covid-19 kepada ibu mereka yang merupakan seorang penjual sayur.

Dalam cuitan itu, keluarga itu memberikan pengumuman kepada seluruh masyarakat Pahang, bahwa ibunda tercintanya positif terinfeksi virus corona Covid-19.

We are sorry to inform you that our beloved mother is positive with Covid-19. We would like to urge individuals who have come into contact with her from the 16th to the 29th of March to perform Covid-19 screening at the Merapoh clinic.”

3 dari 5 halaman

Pengumuman

Karena sang ibu adalah penjual sayur, maka keluarga menunjukkan rasa tanggungjawab. Caranya, mendesak masyarakat yang pernah melakukan kontak dengan sang ibu mulai tanggal 16 Maret hingga 29 Maret, untuk melakukan tes Covid-19 di Klinik Merapoh.

Pengumuman itu dikabarkan kepada seluruh masyarakat. Keluarga tidak ingin menjadi egois. Apalagi virus ini sangat berbahaya.

Tindakan yang dilakukan keluarga di Pahang Malaysia ini merupakan tindakan yang baik. Karena tidak ingin virus membahayakan orang lain.

Tindakan keluarga itu menunjukkan, mereka saling menjaga sesama saudara. Mari kita mencoba untuk meniru tindakan itu untuk tidak bersikap egois, selama wabah virus corona Covid-19.

Karena dengan bersama-sama memerangi wabah, kita semua pasti akan segera melewatinya. Mari berikan apresiasi yang besar kepada keluarga itu.

4 dari 5 halaman

Fakta Kota Terhoror, Jenazah Pasien Covid-19 Bergeletakan di Jalan

Dream – Suasana di kota Guayaquil, Equador saat ini terlihat mencekam daripada hari biasanya.

Kota ini didera wabah virus Corona yang dahsyat dan menewaskan banyak korban. Bahkan beberapa mayat dibiarkan tergeletak di jalanan tak terurus.

Kota Guayaquil menjadi saksi betapa menyeramkannya suasana di kota itu. Masyarakat tampak ketakutan.

Banyak mayat di jalanan yang hanya terbungkus plastik terpal, bengkak, dan sudah dilalati.

Berikut Fakta kota Guayaquil, yang membiarkan mayat korban virus corona Covid-19 tak terurus di jalanan kota: 

5 dari 5 halaman

Kasus Covid-19 Tertinggi di Ekuador

Ilustrasi

Kota Guayaquil adalah kota terbesar di Ekuador. Kota ini merupakan pusat industri perikanan dan manufaktur di negara Ekuador, Amerika Latin.

Ekuador mengkonfirmasi kasus pertama corona Covid-19 pada 29 Februari lalu. Kasus pertamanya adalah seorang wanita Ekuador berusia 71 tahun yang kembali ke Guayaquil dari Spanyol pada Hari Valentine.

Sejak itu, penyebaran virus Corona Covid-19 di Guayaquil semakin meningkat dan melonjak lebih dari 2.200 kasus.

Bahkan kasus Corona di kota ini mencapai sekitar 70 persen dari total Ekuador, jauh melebihi jumlah kasus di Quito, ibukota Ekuador.

Beri Komentar