Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang ilmuwan dari China mengklaim telah menciptakan bayi-bayi pertama melalui rekayasa genetika. He Jiankui, ilmuwan University of Science and Technology of China, di Shenzhen itu mengklaim telah mengubah DNA anak perempuan kembar untuk mencegah masuknya infeksi HIV di masa depan.
Selama penelitiannya yang kontroversial, He mengklaim telah mengubah embrio tujuh pasangan selama perawatan IVF, dengan satu kehamilan yang sukses.
Tetapi, `penelitian`-nya belum dikonfirmasi secara independen oleh ilmuwan lain.
" Saya merasa bertanggung jawab bukan hanya penelitian perdana ini, namun juga menjadikannya sebuah contoh," ujar He, dikutip dari Mirror, Selasa, 27 November 2018.
" Masyarakat memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya."
Ayah si kembar diketahui positif mengidap HIV, sementara ibu mereka tidak. Untuk mencegah si kembar dari infeksi, He mengatakan, telah menonaktifkan gen yang disebut CCR5.
Gen ini membentuk 'pintu' protein, yang memungkinkan HIV memasuki sel dan menginfeksi pasien. Teknik kontroversial ini telah banyak dikritik oleh para ahli lainnya.
Seorang embriolog manusia di University College London (UCL) Inggris, Profesor Joyce Harper, mengatakan, laporan tentang upaya mengedit embrio manusia untuk ketahanan terhadap HIV adalah prematur, berbahaya, dan tidak bertanggung jawab.
“ Sebelum prosedur ini diterapkan di dunia medis, kami membutuhkan kerja bertahun-tahun untuk menunjukkan teknik itu tidak akan membahayakan orang di masa depan,” ujar Harper.
Meskipun demikian, He tetap optimis dalam studinya. " Saya percaya ini akan membantu keluarga dan anak-anak mereka," kata He. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya