Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indra Bekti (Instagram)
Dream - Indra Bekti tengah menjalani perawatan di rumah sakit setelah terjatuh di kamar mandi dan diduga mengalami perdarahan otak.
Presenter 45 tahun itu telah menjalani operasi dan kondisinya membaik meski masih harus beristirahat. Kabar sakitnya pemain film 'Get Married 2' sempat membuat banyak orang panik.
Tidak heran, perdarahan otak atau hemoragik yang dialaminya bukanlah penyakit biasa. Dikutip dari Klik Dokter, perdarahan otak merupakan penyakit sejenis stroke yang diakibatkan pecahnya pembuluh arteri di otak.
Hal tersebut menyebabkan iritasi dan tekanan di jaringan di sekitar otak. Penumpukan dan hambatan aliran darah di otak juga terjadi saat terjadi perdarahan. Akibatnya, sel-sel otak pun bisa mati.

Foto: Shutterstock
Terlepas dari apa yang terjadi pada otak, hemoragik bisa menyebabkan kesulitan bicara atau berjalan, mati rasa, dan lemah di bagian wajah, lengan, serta kaki seperti dialami pasien stroke.
Tidak hanya itu, perdarahan otak juga bisa ditandai dengan sakit kepala parah, kejang, mual, muntah, pandangan serta konsentrasi menurun, keseimbangan maupun kemampuan koordinasi tubuh terganggu, dan hilang kesadaran.
Terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan perdarahan otak. Tapi, berikut penyebab yang lebih sering dialami.
1. Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa mengakibatkan berbagai penyakit, termasuk hemoragik. Jika tidak segera diobati, hipertensi bisa melemahkan dinding pembuluh darah dan menyebabkan perdarahan otak.
2. Cedera Otak Traumatis
Benturan atau kecelakaan yang mengenai area kepala bisa menyebabkan cedera otak traumatis serta hemoragik. Hal inilah yang jadi penyebab hemoragik dialami di usia kurang dari 50 tahun.
Kelainan pembuluh darah seperti malformasi arteri vena yang banyak terjadi akibat kondisi bawaan sejak lahir bisa menyebabkan hemoragik. Pasalnya, pembuluh darah vena dan arteri terhubung tanpa kapiler. Aliran darah pun menjadi tidak efektif dan pembuluh darah berpotensi pecah karena tekanan yang tinggi.
4. Gangguan Darah
Gangguan darah seperti hemofilia bisa menyebabkan penurunan kadar trombosit dan memicu pembekuan darah serta perdarahan otak. Terutama, jika seseorang mengonsumsi obat pengencer darah.
5. Merokok dan Mengonsumsi Obat Terlarang
Kedua kebiasaan tersebut bisa meningkatkan risiko perdarahan otak. Racun pada rokok dan kokain bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Sehingga, risiko hemoragik pun meningkat.
Jadi, jalani gaya hidup sehat dan cek kondisi kesehatan tubuh secara rutin untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk perdarahan otak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya