Industri Fashion Pede Indonesia Jadi Kiblat Busana Muslim Dunia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 21 Oktober 2019 16:12
Industri Fashion Pede Indonesia Jadi Kiblat Busana Muslim Dunia
Industri ini pede karena banyak brand muncul di bisnis busana Muslim.

Dream – Indonesia memang telah mempersiapkan diri menjadi pusat Muslim dunia pada 2020. Terlebih ketika banyaknya brand bermunculan di bisnis busana Muslim.

“ Melihat hal tersebut menjadi angin segar bagi industri fashion di Tanah Air, khususnya modest fashion,” kata Ketua Pelaksana Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) 2019, Jeny Tjahyawaty , Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019.

Menurut Jenny, acara IMFW 2019 menjadi jembatan untuk menyukseskan wacana Indonesia jadi kiblat fashion Muslim dunia.

IMFW 2019 dihadirkan untuk yang ke tiga kalinya dan kali ini mengangkat tema Nautica Archipelago atau keindahan pulau bahari di Indonesia. Acara ini digelar pada 16-20 Oktober di JCC, Senayan, Jakarta.

Sebagai platform modest fashion, IMFW akan memperkokoh industri fashion Muslim dan menjadi wadah bagi pelaku kreatif modest fashion, untuk berkontribusi dalam pasar domestik dan global.

" Tahun 2020 adalah tahun pencanangan Indonesia sebagai pusat mode dunia. IMFW sebagai salah satu platform modest fashion, diharapkan tidak sekadar mewadahi pelaku kreatif di bidang modest fashion tetapi lebih dari itu," kata dia.

Jenny mengharapkan IMFW bisa menjadi barometer industri fashion Tanah Air maupun internasional. Ini melihat dari hasil karya kreatif yang berkualitas dan berdaya saing.

1 dari 8 halaman

Berpeluang Besar

Menurut Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, Indonesia memiliki peluang yang besar menjadi salah satu perusahaan fashion muslim dunia.

Selain karena memiliki penduduk muslim terbesar, Indonesia menjadi lima besar negara anggota Asosiasi Kerjasama Islam (OKI), sebagai eksportir busana muslim terbesar di dunia setelah Bangladesh, Turki, Maroko, dan Pakistan.

Gati juga mengatakan, dalam laporan Global Islam Economy, tercatat bahwa Indonesia akan menjadi negara yang melakukan perkembangan fashion muslim terbaik kedua di dunia.

Inilah yang menurut Gati, Indonesia menjadi negara yang sangat layak untuk menjadi pusat fashion muslim di dunia pada tahun 2020.

Laporan: Keisha Ritzska Salsabila

2 dari 8 halaman

Indonesia Modest Fashion Week 2019 Usung 'Nautica Archipelago'

Dream - Setelah sukses selama dua tahun berturut-turut, Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) bakal hadir kembali di tahun 2019.

Perhelatan untuk para pecinta fashion ini akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center selama lima hari, pada 16-20 Oktober 2019.

Serangkaian acara akan menghiasi IMFW tahun ini. Mulai dari talkshow, fashion show hingga pameran bazaar yang diikuti 60 desainer asal Indonesia, Filipina dan Malaysia.

Mengangkat tema " Nautica Archipelago" , IMFW siap menampilkan desain-desain cantik yang terinspirasi dari kepulauan bahari.

Salah satu desainer ternama Indonesia, Anna Mariana akan hadir dengan bahan tenun dan songket andalannya. Uniknya, pemilihan tenun dan songket ini terinspirasi oleh Kiswah Kabah di Mekkah.

" Saya mengulik apa yang sesuai dengan IMFW sebagai mode muslim, lalu inspirasi muncul dari Kiswah Kabah yang menggunakan metode tenun. Akhirnya saya memilih bahan tenun dan songket untuk koleksi yang akan saya tampilkan nanti" jelas Anna Mariana yang ditemui di Restaurant Aljazeerah pada 10 Oktober 2019.

 Foto

(Foto: Ferdike Yunuri Nadya/Dream)

NK Collection juga akan hadir dengan desain terbaru yang terinspirasi dari mutiara dan lautan. Brand ini akan menampilkan pakaian syar'i yang dihiasi dengan mutiara dan payet batu-batu hias.

Tak hanya Anna Mariana dan NK Collection. Puluhan desainer lainnya, masing-masing akan menampilkan 10 koleksi mereka dengan tema " Nautica Archipelaho" yang siap memesona para pecinta fashion di Indonesia.

Sahabat Dream sudah siap melihat koleksi Indonesia Modest Fashion Week tahun ini?

[crosslink_1]

3 dari 8 halaman

Desainer JFW Sulap Limbah Jadi Fashion Berkelas

Dream - Belakangan ini sampah menjadi isu mengkhawatirkan di seluruh dunia. Padahal jika dikelola dengan benar, limbah dapat disulap menjadi sesuatu yang menarik.

Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 menantang para desainer Tanah Air untuk menjadi lebih suitable, dengan menghasilkan produk fashion dari hasil up-cycle limbah sampah. 

Salah satu desainer yang akan tampil di JFW 2020, Kara Nugroho dan Putri Katianda dari PVRA akan menampilkan desain yang berasal dari limbah tersebut.

 



Kara akan mengangkat tema Change untuk ajang Indonesia Fashion Forward (IFF), event rangkaian JFW 2020.

Kara bakal bermain dengan warna-warna berani, dengan bitz yang belum pernah dipakai sebelumnya.

" Bitz yang kita gunakan berasal dari bohlam, plastik dan kaca bekas. Untuk Fashionlink kita gunakan warna all black. Kita akan bermain dengan bitz dan fokus pada detail,” jelas Kara Nugroho di Senayan City, Jakarta Pusat, Rabu 2 September 2019.

4 dari 8 halaman

Peduli Kebakaran Hutan

Desainer jebolan IFF Albert Yanuar ini juga turut meramaikan JFW 2020 dengan mengusung tema “ Springbirds”. Tema ini dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap kebakaran hutan Indonesia.

“ Aku sangat concern dengan kebakaran hutan yang terjadi. Yang unik dari looks aku itu teknik lipatannya dan aku menggunakan teknik lipatan yang terlihat seperti daun,” ujar Albert Yanuar.

Selain Albert, ada juga Chitra Subiyakto dari Sejauh Mata Memandang, yang memakai teknik daur ulang sisa-sisa kain dari desain sebelumnya.

“ Koleksi kali ini berjudul “ Daur” sebagai bentuk dukungan suitable designer. Kita sudah mengumpulkan sisa kain perca. Dan itu akan kita gunakan dengan melibatkan ibu-ibu rusun,” tutur Chitra Subiyakto.

(ism, Laporan: Razdkanya Ramadhanty)

5 dari 8 halaman

Jakarta Fashion Week 2020: Fashion Juga Bisa Cinta Lingkungan

Dream - Menghitung hari jelang pagelaran fashion terbesar di Indonesia, Jakarta Fashion Week (JFW) 2020, yang dilaksanakan pada 19-25 Oktober 2019 di The Hall Senayan City.

Sebagai pengusung mode fashion tanah air, JFW selalu berupaya menghadirkan sesuatu yang baru, fresh, dan menarik.

“ Untuk tahun ini JFW 2020 akan memiliki 72 show dengan total desainer dan label sebanyak 270, kalau untuk look sekitar 2.800 looks,” ujar Zornia Harisantoso, Program and Editorial Director Jakarta Fashion Week pada Konfrensi Pers JFW 2020 di Senayan City, Rabu, 2 Oktober 2019.

  JFW 2020

Di JFW 2020 ini, akan bermunculan desainer-desainer yang tak asing di dunia mode tanah air seperti Oscar Lawalata, Natalia Kiantoro, Albert Yanuar, Rani Hatta, Danjyo Hiyojo, Diniira dan masih banyak lainnya.

6 dari 8 halaman

JFW 2020, JFW Pembaruan

Menurut Zornia, tahun ini JFW dengan segala pembaruan yang diberikan mengalami kenaikan sekitar 16 persen untuk fashion show dan acara.

Pembaruan itu terkait bentuk acara yang sebelumnya sangat eksklusif menjadi terbuka.

Selain itu, JFW 2020 akan menghadirkan trunk show dan talkshow dari berbagai bidang. Seperti komunitas lingkungan, fotografi, wellness dan turut menghadirkan food and beverages pada area Fashionlink Showroom & Market.

“ Orang tahunya acara kita private. Tapi kali ini JFW akan muncul dengan sesuatu yang baru untuk memberikan wawasan ke masyrakat Indonesia tentang kekayaan Indonesia,” jelas Oscar Lawalata, fashion designer untuk JFW 2020.

7 dari 8 halaman

Suitable Designer

Selain berupaya memberikan wawasan tentang kekayaan Indonesia, JFW juga mengusung kampanye suitable designer, di mana para designer yang berpartisipasi selalu melakukan up-cycling design.

Seperti diketahui, dunia fashion merupakan penyumbang sampah terbanyak nomor dua di dunia. 

  JFW 2020

 Sebagai bentuk up-cycling, JFW 2020 berkolaborasi dengan Moonlay Technologies dengan meluncurkan aplikasi JFW.

8 dari 8 halaman

Bentuk Kepedulian JFW Kepada Lingkungan

“ Kami sangat gembira bisa berkolaborasi dengan JFW untuk membuat aplikasi ini. Fitur yang diberikan di antaranya ticketing, show reminder, gallery, profile designer, special update notification dan booth trail,” ujar Peter Chandra, CEO Moonlay Technologies.

Salah satu tujuan diluncurkannya aplikasi ini, sebagai bentuk kepedulian JFW terhadap bumi tercinta.

Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan pengunjung dapat mengurangi penggunaan kertas dan hanya menggunakan aplikasi pada saat pagelaran JFW ini berlangsung.

(ism, Laporan: Razdkanya Ramadhanty)

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik