Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Perkembangan teknologi yang kian massif kini bukan hanya dialami oleh orang dewasa dan remaja saja. Dengan mudah pemandangan seorang anak-anak dengan sebuah perangkat pintar di genggaman atau di pangkuan kini kian sering ditemui.
Alih-alih berusaha membuat anak lebih mudah diatur, ternyata penggunaan teknologi bukanlah keputusan tepat. Perangkat teknologi justru membawa pengaruh yang buruk bagi perkembangan seorang anak. Apa saja pengaruhnya?
Anti sosial
Apakah anak anda seorang yang kerap menolak untuk menghabiskan waktu bersama keluarga? Apakah anda lebih memilih bermain dengan komputer atau ponsel dibanding dengan teman atau saudara sebayanya? Jika memang demikian, besar kemungkinan ada nilai-nilai anti sosial dalam diri anak anda. Sikap anti sosial akan mempengaruhi masa depannya atau tepatnya saat ia harus berinteraksi dengan orang lain. Anak menjadi lebih penyendiri dan kerap sulit mengendalikan diri.
Pemalas
Kebiasaan menggunakan teknologi membuat seorang anak malas untuk melakukan aktivitas selain yang menggunakan ponsel, tablet atau komputer. Dalam waktu lama, seorang anak yang pemalas lebih beresiko menderita penyakit fisik. Obesitas, diabetes, dan masalah jantung adalah penyakit yang mengintai kesehatan anak.
Emosional
Minimnya interaksi sosial tentu akan berpengaruh pada kondisi mental seorang anak. Egois, tidak pengertian dan emosional merupakan salah satu bentuk pengaruh anak yang terpapar perangkat teknologi. Apakah anda ingin generasi masa depan sebagai generasi emosional dan egois?
Kehidupan Dunia Virtual
Hubungan erat antara anak dan teknologi membuat seorang anak memiliki dunia personal sendiri. Kehidupan virtual merupakan kehidupan palsu yang membuat mereka memiliki halusinasi dan sulit mendapatkan kehidupan nyata.
Gangguan Penglihatan
Anak-anak biasanya menggunakan perangkat pintar dengan jarak yang cukup dekat dengan mata. Hal ini membuat mata anak menjadi lebih cepat rusak. Tidak mengherankan jika semakin banyak anak-anak yang sudah harus mengenakan kacamata di usia yang masih sangat belia.
(Sumber : Boldsky)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya