Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kecemasan tengah melanda penduduk Amerika Serikat, khususnya New York. Meninggalnya satu orang warga Dallas dan tertularnya dua orang perawat membuat Ebola menjadi ketakutan baru penduduk negara tersebut.
Saking cemasnya, petugas pemadam kebakaran New York (Fire Department New York/FDNY) dilarang keras menyebut kata Ebola dalam saluran radionya.
Mengutip laporan nypost.com, Jumat, 17 Oktober 2014, memo tertulis FDNY menginstruksikan personilnya untuk menggunakan istilah yang lebih jelas ketika membahas penyakit mematikan.
Tindakan ekstra hati-hati ini dilakukan di tengah kepanikan Ebola yang dikhawatirkan menjadi pandemi global.
" Pengirim pesan diimbau tak mengirimkan pesan radio yang mengandung kata-kata Ebola atau istilah terkait," ujar seorang penasihat yang dikutip The Post.
Pengirim pesan diimbau menggunakan kata-kata kode F/T atau Fever/Travel (demam/travel) untuk mengindikasikan bahwa penelepon 911 mengidap deman dan memiliki sejarah perjalanan ke Afrika Barat.
Seorang sumber mengatakan, perintah ini dikeluarkan untuk meminimalkan ketakutan penduduk kota. Apalagi saluran radio darurat saat ini terus dipantau masyarakat sipil dan media.
" Seperti Anda tak boleh mengatakan bom di dalam pesawat, Anda juga dilarang menyebut Ebola," kata sumber tersebut.
Kembali ke tahun 80 dan 90-an, seluruh dunia juga bersikap ekstra hati-hati ketika menyebut seseorang terjangkit AIDS. " Kala itu kita juga dilarang menyebut AIDS," ujarnya.
Di AS, virus Ebola setidaknya sudah menewaskan satu orang penduduk Dallas. Sementara dua orang perawat dikabarkan dalam perawatan intensif setelah kontak dengan penderita Ebola. Padahal perawat tersebut sudah melakukan langkah antisipatif.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya