Intip Mainan Edukatif untuk Si Kecil Selama di Rumah

Reporter :
Jumat, 20 November 2020 11:32
Intip Mainan Edukatif untuk Si Kecil Selama di Rumah
Biar nggak bosen, Sahabat Dream!

Dream - Kurang lebih delapan bulan kita berada pada masa pandemi Covid-19. Aktivitas di luar rumah jadi terbatas. Semua dilakukan di dalam rumah termasuk urusan sekolah.

Di masa pandemi seperti sekarang, para orang tua harus bekerja penuh waktu mendidik dan menghibur anak-anak di rumah.

Bagi banyak orang tua, merupakan tantangan tersendiri untuk menjaga anak-anaknya agar tetap produktif dan terhibur.

“ Para orang tua stres dan lelah, tetapi mereka lebih memilih menjaga anak mereka di rumah daripada khawatir mereka bisa sakit. Meski anak-anak tetap sehat, kami harus mengawasi perkembangan mereka,” kata Dr. Meida Tanukusumah, dokter spesialis ibu dan anak, Jakarta pada Kamis, 19 November 2020.

Dr Meida menyoroti empat bidang perkembangan yang harus selalu dipantau. Keempatnya yakni perkembangan sosial, perkembangan bahasa, keterampilan motorik halus, dan keterampilan motorik kasar.

1 dari 5 halaman

Jadi aktivitas menarik

Yang paling rentan adalah perkembangan sosial dan bahasa, yang terpengaruh ketika anak-anak tidak memiliki interaksi dua arah. 

Meskipun aktivitas layar dapat membantu anak-anak dalam banyak hal selama pandemi ini, namun itu merupakan interaksi satu arah dan pengalaman dua dimensi.

“ Mainan selalu menjadi cara yang baik bagi anak-anak untuk mempelajari keterampilan penting,” ujar Dr. Meida.

“ Saat ini mainan juga bisa membantu secara psikologis. Banyak anak sebenarnya sudah ingin kembali ke sekolah, tetapi mereka bisa melupakan sejenak ketika mereka tenggelam dalam permainan kreatif yang mengasyikkan,” jelasnya.

GummyBox yang merupakan perusahaan mainan Indonesia terus berusaha menyediakan aktivitas menarik, mendidik dan tanpa layar kepada ribuan anak selama pandemi COVID-19.

2 dari 5 halaman

Ada lebih dari 50 mainan

GummyBox© GummyBox

Sejak diluncurkan pada 2015, GummyBox menyediakan banyak pilihan mainan untuk anak-anak.

Perusahaan ini telah merancang lebih dari 50 mainan edukasi termasuk peralatan kerajinan, permainan papan, eksperimen sains, dan puzzle untuk belajar.

“ Orang tua memiliki pilihan, tetapi kami sekarang melihat pilihan yang lebih cermat untuk mainan sensoris, mendidik, dan tanpa layar. Sejak pandemi dimulai, kami juga melihat lebih banyak permintaan akan mainan yang bisa dinikmati seluruh keluarga, seperti permainan papan dan kotak aktivitas kami,” kata Audrey Irawan, pendiri GummyBox.

Dengan reputasinya dalam memberikan konten Yang mendidik dan kreatif, materi berkualitas dan kenyamanan yang sangat dibutuhkan, para orang tua memilih GummyBox.

Setiap kotak aktivitasnya dikemas sesuai dengan materi yang dibutuhkan agar anak dapat langsung memulai karya kreatifnya.

 

3 dari 5 halaman

Harga cukup terjangkau

GummyBox© GummyBox

GummyBox memungkinkan banyak anak kecil untuk bereksplorasi secara mandiri, karena aktivitasnya dirancang secara aman dan tepat sesuai dengan kelompok usia.

Produk terpopuler untuk anak usia 4-8 tahun antara lain, perlengkapan membuat batik, set diorama laut, dan permainan papan dinosaurus. Tim GummyBox akan terus merancang produk dan konten edukasi baru. 

 

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Batuk dan BB Anak Turun Drastis, Bisa Jadi Gejala TBC

Dream - Keluhan batuk pada anak kerap dianggap hal ringan dan bakal sembuh dengan sendirinya. Terutama jika anak tidak demam tinggi. Hal yang banyak tak disadari orangtua adalah, batuk juga merupakan gejala Tuberkulosis (TB) pada anak.

Dikutip dari Klikdokter.com, tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang bisa menyerang segala usia, termasuk anak-anak. Risiko TB pada anak bahkan lebih tinggi, mengingat daya tahan tubuh mereka yang masih lemah.

Penyebab tuberkulosis pada anak dan dewasa sama, yaitu infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kendati demikian, gejala TB pada anak cenderung sulit dideteksi sehingga sering terlambat ditangani.

Untuk menghindari kondisi tersebut, berikut ini adalah gejala TB pada anak yang penting diketahui orangtua harus diwaspadai:

5 dari 5 halaman

Batuk Berdarah

1. Batuk Tak Kunjung Sembuh
Selalu ingat kapan si kecil mulai batuk-batuk, dan sudah berapa lama gejala itu berlangsung. Apakah sudah lebih dari 2 minggu?

Bila ya, lebih baik segera membawanya ke dokter. Batuk yang tak kunjung sembuh atau membaik setelah beberapa hari dapat menjadi gejala tahap awal TB pada anak.

Perhatikan juga cairan yang keluar saat anak batuk. TB tak selalu menyebabkan batuk berdarah. Jika anak terlihat kesakitan saat batuk dan dadanya terangkat, ini pertanda tak baik, segera konsultasi dengan dokter.

2. Batuk Berdarah
Selain tak kunjung sembuh, TB pada anak juga bisa menyebabkan batuk keras dan berdarah. Dalam istilah medis, batuk berdarah disebut dengan hemoptisis.

Hal ini bisa terjadi akibat pembuluh darah di sekitar kavitas (lubang) yang pecah karena serangan kuman tuberkulosis. Gejala ini umumnya disertai demam, nyeri dada, dan sesak napas. Bila dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini bisa mengancam keselamatan.

Beri Komentar