Jatuh Bangun Jawara `Dream Inspiring Woman 2018`

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 19 November 2018 16:16
Jatuh Bangun Jawara `Dream Inspiring Woman 2018`
Dia bercerita bagaima keluarganya ditipu hingga miliaran rupiah.

Dream – Dream Inspiring Woman 2018 telah selesai dilaksanakan dan memiliki beberapa juara. Salah seorangnya adalah Zea Giena yang merupakan juara pertama.

Zea menceritakan perjalanan hidupnya selama di Jakarta. Sebelumnya, wanita yang tinggal di Cengkareng, Jakarta Barat ini, tinggal di Malang, Jawa Timur.

Awalnya, keluarga Zea diselimuti rasa bahagia dan berkecukupan harta hingga akhirnya pada 2016 silam, mereka ditipu oleh seseorang berkedok investasi menanam saham. Total nilai investasi keluarga Zea sebesar Rp6 miliar.

Rumah, ruko, mobil dan harta lainnya habis akibat investasi tidak jelas itu. Pada 2016 itu, ibu dan ayahnya pergi ke Jakarta dengan maksud ingin mencari sang penipu. Zea dan ketiga adiknya turut diboyong ke Jakarta.

Perempuan bernama lengkap Zahra Eza Anggina yang kala itu duduk di semester I Universitas Muhammadiyah Malang, harus lela tidak melanjutkan kuliahnya karena tak memiliki biaya.

Untung tak dapat diraih, si penipu tak tahu rimbanya, kehidupan di Jakarta pun juga tidak serta merta langsung membaik. Orangtuanya yang dahulu di Malang memiliki butik dan salon, di Jakarta mereka hanya berjualan sabun. Itupun tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Saking tidak memiliki apa-apa, Zea dan keluarganya pernah merasakan kelaparan. Yang membuat hatinya terenyuh ketika orangtuanya meminta tolong untuk membelikan makan.

" Waktu awal-awal kita pernah ngerasain kelaparan, kan aku di rumah dipanggilnya Yayang, Ayah pernah bilang 'Yang tolong belikan makan, soalnya di rumah nggak ada lauk'. Sampai kayak gitu," kata dia.

1 dari 2 halaman

Putuskan Bekerja di Salon

Tak ingin melihat kedua orangtuanya bekerja sendiri, Zea memutuskan untuk bekerja di salon selama setahun penuh dengan bayaran Rp1,5 juta perbulan.

" Bekerja di salon sebagai beauty’s on, yang bagian bersihin kukunya orang, creambath," kata Zea.

Dari hasil setahun bekerja di salon, dia memiliki tabungan yang cukup untuk meneruskan pendidikannya di Universitas Bina Sarana Infromatika di Cengkareng, Jakarta Barat.

" Saya kerja di salon dari semester satu naik ke semester dua, kan aku ngambil kelas karyawan. Jadi jam 8 sampe jam 5 sore kerja, jam 5 sore sampe jam setengah 10 malam kuliah,” kata dia.

Saat itu, Zea sudah mulai ikut lomba modeling hijab yang diadakan di Jakarta dan sekitarnya.

Dari hasil event itu, dia mengetahui ada lowongan pekerjaan di salah satu tabloid sebagai admin. Bahkan, ia juga sempat dijadikan sebagai cover kalender 2017 yang diterbitkan oleh tabloid tersebut.

" Saya kerja cuma tiga bulanan di tabloid, tapi ilmu yang saya dapat itu benar-benar banyak buat bekal saya," ucap dia.

2 dari 2 halaman

Ikhlas dan Percaya pada Pertolongan Allah

Kehidupan sulit itu dilewati Zea dengan penuh keikhlasan dan senantiasa percaya akan pertolongan Allah SWT.

" Nikmati aja, karena saya yakin Ketika saya mengalami masa sulit itu saya dicoba oleh Allah, karena setelah masa sulit itu pasti ada masa enaknya, masa keberhasilannya atau kesuksesan," kata dia.

Kini, Zea sudah tidak lagi bekerja di perusahaan. Ia lebih memilih karir berbisnis dengan menyewakan jasa rias dan sewa gaun. Zea yang memang memiliki ilmu merias dari sekolah SMK jurusan Tata Rias mulai melebarkan sayapnya.

" Biasanya sih kalau sekarang ya itu freelance makeup artis, terus ini nyewa-nyewain gaun kayak kemarin suatu event di Tangerang itu kan ada temanya apa, itu banyak banget yang kayak larinya ke aku," kata dia.

Menurutnya, dengan mengikuti berbagai event, akan sangat mempengaruhi bisnisnya. Karena, Zea bisa memperkenalkan bisnisnya kepada orang lain.

" Jadi kalau kita ikut event kan kenal sama orang lain pada tanya kerja apa, 'eh kalau make up di mana ya, yang murah kalau cari baju gini di mana ya, kan sekarang udah ada WA, Line ada grup aku tinggal chat personal yang butuh gaun di sini ya, itu cara promosinya," ucap dia.

Untuk jasa sew gaun, Zea mengaku mendesain bajunya sendiri dengan membeli kain dan menjahitnya di Malang. Zea mengatakan, menjahit baju di Malang ongkosnya jauh lebih murah di banding di Jakarta.

" Sekarang baju ada sekitar 30-an, khusus wanita. Ada gaun, kebaya wisuda, kebaya nikahan," ujar dia.

Kini, kehidupan Zea sudah tidak sesulit tahun 2016 dulu. Dengan bisnis make up dan sewa gaun, ia bisa mencukupi kebutuhannya dan keluarga.

" Pokoknya sekarang tinggal bersyukurnya aja lah gitu, sekarang tinggal enaknya aja," kata Zea. (ism)

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik