Kalung Virus Shut Out
Dream - Berbagai cara dilakukan orang demi terhindar dari penularan Covid-19. Nagita Slavina salah satunya. Beberapa waktu lalu beredar foto dirinya menggunakan kalau antivirus yang dibelinya di Jepang saat berpose dengan band Gigi.

(Foto: Instagram Armand Maulana)
Tak hanya Nagita, sang putra Rafathar dan keponakannya, Ansara juga mengenakan kalung tersebut. Banyak orang yang penasaran dengan efektivitas produk tersebut.

(Foto: Instagram Fashion Nagita)
Produk yang bernama Sham Out Toamit tersebut mengklaim bahwa produknya terbukti secara efektif untuk memblokir partikel dan bakteri yang ada di udara.
Termasuk virus corona dan mengurangi kemungkinan terinfeksi atau menginfeksi orang lain. Produk tersebut mengandung klorin dioksida. Menurut dr. Ariane Davison, seorang ahli virologi dan imunologi mengatakan bahwa penggunaan kalung tak bisa melindungi diri dari virus Covid-19.
Sebaliknya, menggunakan kalung tersebut malah bisa menimbulkan masalah kesehatan. Mengapa demikian?
“ Alat ini dikenakan di leher, jika mendekatkan alat tersebut ke wajah, bahan aktifnya yaitu klor dioksida, akan menyebabkan iritasi parah pada pernafasan dan mata, kulit terbakar, karena ini sangat korosif, ” katanya.

(Foto: Hongkongfp)
Davison mengatakan bahwa klorin dioksida digunakan untuk mensterilkan permukaan yang keras dan tidak boleh digunakan di dekat wajah. Justru penggunaanya malah akan menimbulkan masalah kesehatan.
Ternyata, alat ini telah dilarang oleh eBay dan Facebook, dan otoritas Vietnam dan Thailand telah menyitanya. Pihak berwenang Vietnam mengatakan produk itu tidak memiliki dasar ilmiah. Namun, masih tersedia di Hong Kong di toko Bonjour, SASA, di toko 7-Eleven, di mal HKTV dan dari apotek Watsons, dengan harga sekitar di bawah Rp 200.000.
" Bea Cukai Hong Kong sedang menyelidiki masalah dan sedang diajukan dalam penyelidikan," pernyataan Departemen Bea dan Cukai Hong Kong.
Laporan Cindy Azari/ Sumber Hongkongfp
Dream - Virus corona baru, Covid-19, dapat menyebar melalui droplet atau cairan yang dihasilkan ketika orang terinfeksi batuk atau bersin.
Tapi, apakah virus yang telah menyebabkan kematian lebih dari 21 ribu orang di dunia itu bisa menular melalui cairan tubuh lainnya, seperti air mata?
Sebuah penelitian, sebagaimana dilaporkan The Health Site, mengklaim bahwa Covid-19 tidak menyebar melalui air mata.
Para peneliti di National University Hospital menerbitkan temuan mereka dalam jurnal Ophthalmology.
Untuk temuan tersebut, para peneliti mengumpulkan sampel air mata dari pasien dengan Covid-19 selama 20 hari.

Tetapi hasil transkripsi RT-PCR (teknik atau metode perbanyakan DNA secara enzimatik tanpa menggunakan organisme), tidak mendeteksi virus dalam air mata mereka.
Tetapi penelitian mengonfirmasi bahwa ketika orang batuk atau berbicara, partikel virus dapat menyemprot dari mulut atau hidung ke wajah orang lain.
Cairan ini dapat masuk melalui mulut atau hidung, serta mata.
Transmisi dapat terjadi dengan menyentuh sesuatu yang terdapat virus di atasnya, seperti meja atau gagang pintu, yang masuk melalui mata atau mulut ketika tidak sengaja menyentuh bagian muka.

Studi yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine mengungkapkan bahwa, Covid-19 dapat bertahan hidup di udara selama sekitar 3 jam.
Virus itu ditemukan bertahan selama berjam-jam di permukaan tertentu, di tembaga selama hampir 4 jam, kardus hingga 24 jam dan pada plastik serta baja hingga 72 jam.
Namun, para peneliti menemukan bahwa seiring berjalannya waktu, jumlah virus menjadi berkurang pada setiap permukaan. Ini berarti bahwa risiko infeksi karena menyentuhnya juga turun seiring waktu.
Ada banyak permukaan yang secara rutin kita sentuh seperti paket surat, bahan makanan, dan koran.
Para ahli mengatakan tidak ada risiko dalam menerima paket pengiriman, kecuali jika pengirimnya memiliki virus.
Namun, mereka menyarankan untuk mengambil tindakan pencegahan seperti mencuci tangan setelah menerima paket.

Karena virus ini tetap ada di kardus, disarankan untuk membuang kemasan setelah membuka paket.
Lalu cuci tangan secepatnya dan bersihkan permukaan tempat paket tersebut.
Laporan: Raissa Anjanique
Advertisement